Bursa Saham Asia Melemah Menjelang Akhir Pekan April 2026

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Pasar saham di kawasan Asia mencatatkan pelemahan pada perdagangan Jumat, 17 April 2026, setelah para pemodal memutuskan untuk melakukan aksi ambil untung di akhir pekan. Penurunan ini dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan kepastian perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, indeks MSCI Asia Pasifik terpantau turun 0,4 persen, yang sekaligus mengakhiri tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini berbanding terbalik dengan reli 10 hari sebelumnya yang sempat membawa ekuitas global menyentuh rekor tertinggi di tengah harapan meredanya konflik geopolitik.

Harga minyak mentah Brent turut merosot 1,3 persen ke posisi US$98,14 per barel seiring munculnya optimisme dari Washington mengenai stabilitas di Timur Tengah. Di sisi lain, harga emas mengalami kenaikan tipis, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury cenderung stabil di level 4,31 persen.

Kepala analis pasar di AT Global Markets, Nick Twidale, memberikan penegasan mengenai kondisi psikologis para pelaku pasar saat ini yang masih diliputi keraguan dalam mengambil keputusan besar.

"Pasar memasuki sesi terakhir pekan ini dengan berada pada level teknis dan psikologis kunci. Keyakinan pasar masih kurang karena para trader menunggu sinyal yang lebih jelas dari Timur Tengah," tulis Nick Twidale, kepala analis pasar di AT Global Markets.

Donald Trump menyatakan klaim sepihak bahwa Iran telah menyetujui sejumlah persyaratan krusial, termasuk penghentian ambisi senjata nuklir dan pembukaan Selat Hormuz. Meskipun Teheran belum memberikan konfirmasi resmi, Trump tetap menyuarakan optimisme tinggi terhadap kesepakatan tersebut.

"Prospek kesepakatan dengan Iran terlihat sangat baik," ujar Trump.

Sebelumnya, pihak Gedung Putih juga telah mengumumkan adanya jeda pertempuran selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Sentimen global lainnya datang dari data ekonomi AS yang menunjukkan klaim pengangguran awal per 11 April berada di bawah proyeksi, meski saham teknologi seperti Netflix Inc justru merosot karena proyeksi kinerja yang mengecewakan.

Analis dari BMO Capital Markets, Ian Lyngen, menilai bahwa pengaruh berita geopolitik mulai berkurang seiring dengan munculnya kejenuhan di pasar saham global.

“Ini merupakan tanda lain dari kelelahan pasar terhadap berita utama terkait perang di kawasan Teluk,” kata Ian Lyngen dari BMO Capital Markets.

Penegasan pola konsolidasi ini terlihat dari pergerakan indeks utama lainnya pada pukul 09.55 waktu Tokyo. Kontrak berjangka Hang Seng dan Nikkei 225 masing-masing turun 0,5 persen dan 0,8 persen, sementara indeks Topix di Jepang juga merosot 0,8 persen di tengah pelemahan nilai tukar Yen terhadap dolar AS.

“Pola konsolidasi yang terjadi juga menunjukkan pengaruh berita geopolitik terbaru mulai memudar,” kata Ian Lyngen dari BMO Capital Markets.

Pergerakan Instrumen Pasar Global 17 April 2026InstrumenPerubahanNilai Terakhir
Kontrak Berjangka S&P 500Tetap-
Kontrak Berjangka Nikkei 225Turun 0,8%-
Indeks S&P/ASX 200Turun 0,3%-
Minyak WTITurun 1,4%US$93,33
Emas SpotNaik 0,1%US$4.795,47
BitcoinTurun 0,3%US$74.982,98