Perusahaan induk TikTok, ByteDance Ltd., secara resmi meningkatkan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) sebesar 25 persen menjadi US$29,4 miliar atau setara Rp510,89 triliun pada Minggu (10/5/2026). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat eksistensi teknologi AI perusahaan di tengah dinamika pasar global.
Kenaikan belanja modal tersebut dipicu oleh lonjakan biaya produksi chip memori dan ambisi besar perusahaan untuk memperluas kapabilitas AI mereka. Berdasarkan laporan South China Morning Post yang dilansir dari Bloombergtechnoz, rencana pengeluaran ini mengalami revisi signifikan dari target sebelumnya.
Data dari sumber internal menyebutkan bahwa raksasa teknologi asal China ini semula menetapkan pagu anggaran belanja modal AI pada angka 160 miliar yuan untuk periode hingga akhir 2025. Namun, ByteDance kini memutuskan untuk mengarahkan porsi pendanaan yang lebih masif secara khusus bagi pengadaan chip AI produksi dalam negeri.
Peningkatan anggaran ini selaras dengan arahan Pemerintah Beijing yang mendorong korporasi domestik untuk memprioritaskan penggunaan teknologi lokal. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya China memperkuat kapasitas produksi chip nasional guna menghadapi persaingan ketat di sektor AI dengan Amerika Serikat.
Persaingan kedua negara tersebut kian meruncing menyusul adanya sejumlah pembatasan ekspor teknologi yang diberlakukan oleh otoritas di Washington. ByteDance sendiri belum memberikan pernyataan resmi atau tanggapan terkait rincian laporan penambahan anggaran belanja infrastruktur kecerdasan buatan tersebut pada Jumat lalu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·