Twitch Batasi Penonton Streamer yang Gunakan Viewbot

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Platform live streaming Twitch menerapkan kebijakan tegas untuk membatasi jumlah penonton bersamaan atau concurrent viewers (CCV) terhadap kreator yang terbukti melakukan praktik viewbotting secara terus-menerus mulai Jumat, 8 Mei 2026. CEO Twitch Dan Clancy menyatakan langkah ini diambil karena manipulasi jumlah penonton menggunakan bot merusak ekosistem bisnis dan algoritma rekomendasi platform.

Sistem baru ini akan memberikan batasan CCV pada kanal pelanggar berdasarkan data historis trafik asli yang tidak melibatkan bot. Twitch berencana meluncurkan penegakan hukum ini secara global di seluruh permukaan platform dalam beberapa minggu ke depan untuk memastikan pertumbuhan audiens yang autentik.

Dan Clancy menjelaskan bahwa upaya memerangi manipulasi statistik ini merupakan tantangan besar bagi perusahaan. Para penyedia layanan bot disebut selalu memperbarui taktik mereka setiap kali Twitch melakukan pembaruan pada sistem deteksi real-time.

"Hari ini, kami memperkenalkan jenis penegakan baru yang rencananya akan kami luncurkan dalam beberapa minggu ke depan," tulis Clancy melalui media sosial X.

Clancy menegaskan bahwa durasi hukuman pembatasan penonton tersebut dapat meningkat apabila kreator melakukan pelanggaran berulang. Twitch akan memberikan notifikasi kepada streamer yang terkena sanksi beserta durasi penalti yang diberikan.

"Untuk saluran yang diidentifikasi sebagai viewbot terus-menerus, kami akan menerapkan batas ke CCV streamer untuk jangka waktu tertentu, di semua permukaan Twitch. Batas akan didasarkan pada data historis mengenai traffic non-viewbot pembuat tersebut. Pelanggaran berulang akan menghasilkan hukuman yang lebih lama. Streamer akan diberi tahu ketika penegakan diterapkan, bersama dengan durasi hukuman, dan dapat mengajukan banding melalui portal banding," jelas Clancy.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari tindakan agresif Twitch yang sebelumnya telah menghapus sekitar 7,5 juta akun bot pada tahun 2021. Clancy menilai banyak streamer kecil yang menggunakan angka penonton palsu untuk menghasilkan pendapatan yang tidak sah.

"viewbotting is bad for our business," tulis Clancy dalam unggahan lainnya.

Ia juga mengakui adanya kompleksitas dalam membedakan antara penonton organik dengan serangan bot yang bertujuan merusak reputasi seorang streamer. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan komunitas mengenai potensi penyalahgunaan sistem oleh pihak ketiga.

"effectively combatting viewbotting is challenging," aku Clancy.

Data dari Streams Charts pada kuartal kedua 2025 menunjukkan bahwa sedikitnya 10 persen akun Twitch dengan rata-rata 50 penonton memperlihatkan tanda-tanda penggunaan viewbotting yang persisten. Meski Twitch memperketat aturan, pendiri pesaingnya yakni Kick, Bijan Tehrani, mengklaim bahwa Twitch sebenarnya sudah lama menerapkan pembatasan jumlah penayangan secara internal.