Cara menghindari dan merawat kaki dari kapalan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Gesekan pada kulit yang terus menerus seperti berjalan tanpa alas kaki, memakai sepatu yang sempit atau bentuk jari kaki yang tidak beraturan dapat menyebabkan munculnya lapisan keras pada kulit atau kapalan.

Ditulis laman Channel News Asia, Minggu (26/4) waktu setempat, kapalan merupakan respons pertahanan kulit agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut, dan dapat muncul sepanjang tahun. Namun jika terlalu tebal bisa menjadi menyakitkan atau bahkan pecah membuat kulit rentan terhadap infeksi dan tidak sedap dipandang.

“Kapalan muncul sebagai area kulit yang menebal berwarna kekuningan atau keputihan yang terasa kasar, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika kulitnya terlalu tebal, bisa menjadi sensitif dan tidak nyaman saat ditekan. Terkadang, ini dapat menyebabkan Anda berjalan tidak seimbang,” kata Dr. Chang B Son, seorang dokter kulit di New York City.

Menurut Dr. Jacob Beer, seorang dokter kulit di West Palm Beach, Florida, untuk mencegah kapalan, kenakan sepatu yang pas, menopang dengan baik, dan tidak menggesek atau memberi tekanan pada area tertentu di kaki.

Ini termasuk menghindari sepatu hak tinggi atau alas kaki yang terlalu ketat atau memiliki bagian depan yang sempit, serta kaus kaki yang melorot atau menggumpal di dalam sepatu. Beer menambahkan ortopedi dapat membantu memperbaiki ukuran sepatu dan menambah dukungan.

Baca juga: Perhatikan pilihan alas kaki untuk menghindari masalah kaki

Pendapat lain dari Dr. Sari Priesand, seorang ahli penyakit kaki di University of Michigan Health mengimbau hindari berjalan tanpa alas kaki, baik di dalam maupun di luar ruangan.

“Saat berada di dalam ruangan, Anda bisa mengenakan sepatu dalam ruangan seperti bakiak atau sandal yang nyaman. Mengenakan kaus kaki lebih baik daripada bertelanjang kaki, tetapi biasanya itu tidak cukup untuk sepenuhnya mencegah kapalan,” katanya.

Menurut Dr. Son, penggunaan bantalan kapalan seperti bantalan kecil, lembut, bulat, dan berperekat pada area yang rawan kapalan juga dapat mengurangi gesekan. Selain itu, melembapkan kaki setiap hari dapat membantu mencegah penumpukan kulit yang menebal dengan menjaga kelembapannya, tambahnya.

Para ahli mengatakan, hilangkan sebagian kulit yang mengeras dengan mengikis kapalan secara perlahan menggunakan batu apung atau kikir kuku. Tujuannya adalah untuk menghaluskan kapalan, bukan untuk mengikis kulit sebanyak mungkin yang dapat menyebabkan rasa sakit atau pendarahan.

Dr. Priesand mengatakan merendam kaki terlebih dahulu, atau mandi, akan melembutkan kulit, sehingga kapalan lebih mudah dihilangkan. Hindari kikir kaki tipe parutan keju, yang dapat melukai kaki dan meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu Dr. Son menyarankan untuk mengoleskan pelembap pada kaki dengan losion yang mengandung bahan aktif urea, yang membantu melunakkan lapisan luar kulit dan melembutkan area yang kasar. Produk pengelupas kulit kaki yang mengandung asam salisilat, diklaim dapat menghilangkan kulit mati dan kasar.

Namun, menurut Dr. Son, produk tersebut kemungkinan besar tidak akan menghilangkan kapalan yang tebal.

Pengelupas kulit kaki biasanya hanya mengangkat lapisan kulit terluar dan sering mengandung alkohol, yang dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi serta memperburuk kapalan, tambah Dr. Beer.

Jika metode-metode ini tidak membantu atau kapalan semakin menebal dan nyeri, temui dokter kulit atau dokter spesialis kaki untuk mengikis kapalan, untuk menghindari risiko mata ikan, kutil, atau bahkan kanker kulit .

Baca juga: Manfaat berjalan tanpa alas kaki di rumput, bisa perbaiki siklus tidur

Baca juga: PKP3JH galakkan Gerakan Siaga Sandal dan Alas Kaki

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.