Influencer kesehatan dr Gia Pratama ternyata pernah memiliki bobot tubuh 100 kilogram. Kala itu, ia mengaku tidak sadar sudah di tahap obesitas dan berisiko tinggi penyakit tidak menular termasuk jantung.
dr Gia baru bertekad untuk menurunkan berat badan setelah menangani salah satu pasien di IGD.
"Yang mentrigger harus turun BB ketika di IGD nerima pasien serangan jantung di depan muka saya, umurnya sama, ulang tahunnya sama, serangan jantung depan saya, alhamdulillah saya berhasil nyelametin pasien dengan alat pacu jantung, dalam hati ini saya bertanya 'Apakah saya berikutnya atau gimana?'" jelas dia dalam talkshow di Kemenkes RI, Kamis (7/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus saya mikir apa nanti saya serangan jantung ada yang bisa nolongin saya? Wah nggak bisa, yasudah akhirnya ambil keputusan untuk 6 bulan saja ambi komitmen menjalankan diet," lanjutnya.
Ia menjelaskan ada beragam faktor di balik pemicu obesitas. Salah satunya tidak sadar dengan apa yang dimakan.
"Nggak sadar diri, ah ambil satu gorengan, tiba-tiba nggak sadar lima yang habis," tutur dia.
Tidak ada jenis diet spesifik yang dijalani dr Gia, ia fokus pada pengurangan asupan kalori yang semula berlebih. Hal itu dilakukan secara konsisten, mengingat ia menyadari hasil ideal tidak didapat dari jalan instan.
"Yakin bahwa aku menggemuk tidak dalam sehari, berarti melangsing juga tidak dalam sehari, jadi butuh proses," tutur dia.
"Nggak ada jenis spesifik diet, cuma defisit kalori aja, aku tidak puasa nutrisi, tapi aku puasa kalori, jadi ada banyak makanan yang kalorinya tinggi boro-boro ada nutrisinya, nggak ada vitaminnya, nggak ada mineralnya, contohnya gorengan, seblak, ada nggak vitamin dan mineralnya? Tapi tetap saja dimakan, ini yang saya kurangi bukan nutrisinya tapi kalorinya," pungkasnya.
Simak Video "Video: Mau Kulit Glowing? Coba Rajin Olahraga dan Makan Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·