Penumpang MV Hondius Nangis 'Terjebak' di Kapal Pesiar Imbas Wabah Hantavirus

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Perjalanan impian di atas kapal pesiar mewah berubah menjadi mimpi buruk bagi para penumpang MV Hondius. Kini, kapal tersebut terdampar di dekat Cape Verde setelah muncul wabah Andes Hantavirus.

Sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan beberapa lainnya jatuh sakit setelah kapal berlayar dari Argentina sekitar satu bulan lalu.

Salah satu penumpang asal Amerika Serikat Jake Rosmarin, membagikan kisah emosional tentang kehidupan di atas kapal yang kini dipenuhi ketidakpastian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami bukan hanya sebuah cerita. Kami bukan hanya berita utama, kami adalah orang-orang dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu kami di rumah," kata Rosmarin sambil menangis, dikutip dari BBC.

Sekitar 150 orang dari 23 negara berada di kapal tersebut ketika tiga kasus hantavirus terkonfirmasi dan lima kasus lainnya diduga muncul. Penyakit ini dikenal langka tetapi berbahaya, dan umumnya menyebar melalui hewan pengerat.

Kini, otoritas kesehatan bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah berpacu memeriksa sampel penumpang. WHO menduga virus telah menyebar di antara orang-orang di kapal.

Situasi sempat memanas setelah otoritas Spanyol mengizinkan kapal menuju Canary Islands untuk proses evakuasi dan perawatan medis. Sebelumnya, kapal itu ditolak masuk oleh pejabat Cape Verde.

Namun, pada Rabu, WHO mengungkap tiga pasien yang diduga terinfeksi telah dievakuasi dan dibawa ke Belanda untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Di tengah situasi itu, Rosmarin mengaku ketidakpastian menjadi hal paling berat yang dirasakan para penumpang.

"Ada banyak ketidakpastian dan itu adalah bagian tersulit. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, memiliki kejelasan, dan pulang," ujarnya lewat video di TikTok.

Meski begitu, tidak semua penumpang menghadapi situasi tersebut dengan kepanikan yang sama. Penumpang lain, Kasem Hato, menyebut kondisi di kapal sebenarnya masih terkendali.

"Meskipun reaksinya valid, itu tidak mewakili situasi di kapal, semua orang lain (148 dari 149) tetap tenang, situasinya terkendali dan kami hanya berharap mereka yang sakit segera pulih," tulisnya di media sosial.

Ia juga mengatakan para penumpang mencoba menjalani hari-hari di kapal dengan membaca buku, menonton film, hingga menikmati minuman hangat.

Beberapa waktu kemudian, Rosmarin juga mengunggah kondisinya yang terbaru. Ia mengatakan saat ini dalam kondisi yang baik-baik saja.

"Saya merasa sehat, menghirup udara segar dan terus mendapatkan makanan dan perawatan yang baik dari kru, hanya mencoba untuk fokus pada hal positif," kata Rosmarin.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyebut suasana di atas kapal tetap tenang dan pihaknya terus berupaya mempercepat proses pemeriksaan medis serta evakuasi penumpang.

Sementara itu, rekaman dari atas kapal memperlihatkan suasana berbeda dari biasanya. Ruang santai mewah tampak kosong, sementara petugas kesehatan dengan alat pelindung diri hilir mudik melakukan pemeriksaan.

Penumpang juga diminta menjaga jarak sosial, mengenakan masker di dalam ruangan, dan rutin menggunakan hand sanitizer.

Simak Video "Video Kapal Hondius Terkait Hantavirus Tinggalkan Tanjung Verde, Mau ke Mana?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)