Liputan6.com, Jakarta - Mawar de Jongh dan Deva Mahenra menghadapi sebuah tantangan menarik dalam karier mereka lewat serial Luka, Makan, Cinta. Dalam serial yang kini tayang di Netflix, mereka berperan sebagai chef.
Untuk tampil meyakinkan layaknya juru masak sungguhan, keduanya sama-sama menjalani pelatihan ala dapur profesional selama tiga bulan langsung dari para profesional di bidangnya.
"Ketika proses reading kita ada workshop sama teman-teman di dapur. Kita belajar dari basic-nya banget," kata Mawar de Jongh dalam konferensi pers serial ini yang dihelat pada Rabu (15/4/2026) kemarin di Menteng, Jakarta Pusat.
Pelajaran yang ia dalami mulai dari cara memotong hingga teknik memasak. "Untuk Luka dan Dennis kita memang fokusnya di plating. Jadi ternyata itu cukup sulit," ia menambahkan. Contohnya saja mengatur komposisi hingga ornamen kecil dalam hidangan.
"Dan fokusnya mesti cukup tinggi, supaya tangannya enggak (gemetar) gitu. Itu sulit sekali dan bersyukur banget ditemenin chef selama prosesnya," kata Mawar.
Deva Mahenra Sadari Kerja Keras Chef di Dapur
Tak hanya itu, mereka juga membawa banyak cerita soal kerja keras para chef di dapur profesional. Salah satunya, adalah chef yang tak duduk saat bekerja di dapur.
"Posisinya selalu berdiri, gitu. Terutama untuk head chef. Sous chef juga berkeliling, memeriksa setiap station-nya, melakukan tugasnya sesuai dengan durasi yang dibutuhkan," kata Deva Mahenra
Deva menambahkan, "Setelah syuting ini akhirnya paham bahwa makanan-makanan enak yang kita terima di meja itu hasil kerjaan di hot kitchen yang memang beneran panas oleh kru dapur dan chef yang luar biasa."
Dari proses riset dan pendalaman karakter, Deva menyadari bahwa sulit untuk menjaga fokus di tengah situasi dapur yang sangat berisik, panas.
"Sementara kita di restoran selalu menerima makanan dengan penampilan yang terbaik, rasa terbaik. Menghasilkan itu dalam posisi yang penuh pressure itu enggak gampang, jadi kudos to tim dapur sih," kata Deva.
Gandeng Food Stylist - Food Designer
Sementara itu sutradara Teddy Soeria Atmadja menjelaskan bahwa pihaknya memang menggandeng food stylist dan food designer sejak awal produksi Luka, Makan, Cinta. Termasuk untuk menyusun menu, yang menghadirkan kekayaan kuliner Tanah Air.
“Makanan Umah Rasa sebenarnya adalah masakan rumahan Indonesia tapi kami ingin menampilkannya dengan lebih artistik dan menarik. Ini merupakan hasil kolaborasi departemen artistik dengan food stylist,” ia menjabarkan.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·