Cerita teman kumparanWOMAN Berhenti Jadi People Pleaser, Ini Tipsnya!

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Ilustrasi Sahabat. Foto: zEdward_Indy/Shutterstock

Jika kamu selalu berusaha menyenangkan orang-orang di sekitarmu, bisa jadi kamu termasuk people pleaser. Meski sekilas terlihat baik, kebiasaan ini sebenarnya bisa menguras energi dan membuatmu lebih mudah stres.

Menurut laman Wellnest, seorang people pleaser biasanya rela melakukan apa saja agar orang lain nggak kecewa kepadanya. Salah satu ciri yang paling sering terlihat adalah sulit mengatakan “tidak”, bahkan saat dirinya merasa keberatan atau nggak nyaman.

Demi membuat orang lain bahagia, people pleaser sering memaksakan diri untuk memenuhi berbagai permintaan di luar batas kemampuannya. Sayangnya, kebiasaan ini justru bisa membuatmu merasa kurang dihargai, lelah secara emosional, hingga kehilangan kendali atas hidup sendiri.

Nah, buat kamu yang sedang berusaha berhenti jadi people pleaser, simak cerita dan tips dari teman kumparanWOMAN berikut ini, ya!

Cara Lepas dari Sifat People Pleaser

Ilustrasi Berani Menolak Ajakan Teman . Foto: polkadot_photo/Shutterstock

Cerita pertama datang dari Amira (22), member teman kumparanWOMAN. Dulu, ia dikenal sebagai sosok yang nggak enakan dan sulit menolak ajakan teman, bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya cukup merugikan dirinya sendiri.

Ia bercerita, “Dulu tuh aku tipe yg kalau diajak nongkrong di cafe mahal ayo aja padahal dompet nangis,” ujarnya.

Belajar dari pengalaman itu, sekarang Amira mulai berani menolak agar pikirannya terasa lebih tenang. Kalau kondisi keuangannya sedang kurang baik, ia memilih jujur dan bilang bahwa dirinya belum bisa ikut.

Di sisi lain, teman kumparan Dinda (34) juga makin sadar bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga. Kini, ia mulai berani bilang “nggak” pada ajakan dari circle toxic atau aktivitas yang dirasa nggak membawa manfaat untuk dirinya.

Selain sudah lebih berani menolak, Dinda juga memilih fokus pada hal-hal yang memang jadi prioritas hidupnya. Menurutnya, kalau nggak ada kemauan untuk berubah dan terus menuruti semua orang hanya demi dianggap baik, kebiasaan people pleaser nggak akan pernah benar-benar berhenti.

Belajar Berhenti dari Sifat People Pleaser

Ilustrasi Sahabat. Foto: Shutterstock

Selain mencoba berbagai cara dari teman kumparanWOMAN, kamu juga bisa mulai menerapkan beberapa langkah sederhana lainnya untuk perlahan keluar dari kebiasaan people pleaser. Dikutip dari laman Psychology Today, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Sadar bahwa terlalu banyak mengalah juga nggak sehat: Selalu melakukan semuanya untuk orang lain justru bisa membuat hubungan jadi nggak seimbang. Kamu jadi kelelahan, sementara orang lain terbiasa bergantung.

  • Berani jadi diri sendiri: Nggak semua hal harus mengikuti keinginan orang lain. Kamu juga berhak menjalani hidup sesuai kenyamananmu sendiri.

  • Belajar melepaskan hal-hal buruk di masa lalu: Kadang, sifat people pleaser muncul karena takut ditolak atau takut nggak disukai. Karena itu, kamu harus pelan-pelan melepaskan pengalaman buruk yang pernah melukai diri di masa lalu.

  • Belajar menerima diri sendiri: Kamu nggak perlu selalu menyenangkan semua orang supaya merasa berharga. Saat mulai menerima diri sendiri, kamu akan lebih mudah menentukan batasan yang sehat.

Temukan beragam cerita istimewa dari ribuan perempuan hebat lainnya, gabung komunitas teman kumparanWOMAN di kum.pr/tkwoman1