Charlotte FC dijadwalkan menjamu New York City FC dalam pertandingan pekan ke-13 Major League Soccer (MLS) 2026 di Stadion Bank of America pada Rabu malam, 13 Mei 2026 waktu setempat. Kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi rekor 4-5-3 dari 12 laga perdana musim reguler.
Pelatih Charlotte FC, Dean Smith, menurunkan formasi menyerang 4-3-3 guna mengamankan poin penuh di kandang sendiri. Lini belakang tim tuan rumah dipercayakan kepada kuartet Byrne, Morrison, Ream, dan Schnegg untuk mengawal penjaga gawang Kahlina.
Sektor tengah dihuni trio de la Torre, Biel, dan Diani, sementara lini depan mengandalkan kreativitas Zaha, Toklomati, dan Vargas. Namun, Charlotte FC harus bertanding tanpa kapten tim, Ashley Westwood, yang absen akibat akumulasi lima kartu kuning.
Pelatih Dean Smith menyayangkan keputusan wasit terkait hukuman kartu yang diterima oleh gelandang andalannya tersebut sebelum laga penting ini berlangsung.
"I believe that his fifth yellow card, the last two yellow cards he’s received, in my opinion, have been farcical," tutur Dean Smith, pelatih Charlotte FC.
Guna menutupi lubang yang ditinggalkan Westwood, Smith mempersiapkan nama-nama seperti Brandt Bronico hingga talenta muda Aron John dari Crown Legacy. Ia menargetkan hasil maksimal untuk memperbaiki posisi klasemen sebelum jeda kompetisi dimulai.
"The players know that we could set ourselves up with four home games," ujar Dean Smith.
Ambisi besar diusung tim berjuluk The Crown untuk mengakhiri fase kompetisi saat ini dengan hasil yang solid di hadapan pendukung sendiri.
"We could set ourselves up really well for the break, and that’s what we’re aiming to do," kata Dean Smith.
Smith menegaskan bahwa ketersediaan pemain untuk laga tengah pekan ini tetap sama, kecuali sang kapten yang terpaksa menepi dari lapangan hijau.
"The availability for Wednesday will be as-was, with the exception we won’t have Ashley Westwood," ucap Dean Smith.
Pelatih asal Inggris tersebut meyakini skuatnya memiliki kedalaman yang cukup untuk tetap kompetitif meski kehilangan sosok pemimpin berpengalaman di lini tengah.
"We’ve got lads who are waiting in the wings who are ready to play," jelas Dean Smith.
Beberapa nama di bangku cadangan telah disiapkan untuk mengambil tanggung jawab besar, termasuk pemain muda yang dinilai sudah menunjukkan performa apik.
"We’ve got BB, we've got Luca, we've got Aron John, who's done really well and come through [Crown] Legacy. What you lose is [Westwood’s] leadership and an experience. Other people have to come and stand up and lead," papar Dean Smith.
Bek David Schnegg menambahkan bahwa tim perlu meningkatkan intensitas sejak menit awal untuk menghindari ketertinggalan skor sebagaimana yang terjadi pada pertandingan sebelumnya.
"I think that’s something we are working on, to be that aggressive the whole game, not once you down 2-0," kata David Schnegg, bek Charlotte FC.
Schnegg menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam menjalankan instruksi taktis dari tim pelatih agar dominasi permainan bisa terjaga sepanjang laga.
"Just being more confident in our game. I don’t think we did a lot of different things, just everything with more with more intensity," ujar David Schnegg.
Di kubu lawan, New York City FC datang dengan formasi 4-2-3-1 di bawah arahan pelatih Pascal Jansen. Tim berjuluk The Boys in Blue membawa modal kemenangan 3-0 atas Columbus Crew yang memutus tren negatif tujuh laga tanpa kemenangan.
Pelatih Pascal Jansen merasa puas dengan kinerja anak asuhnya pada pertandingan terakhir dan berharap performa tersebut berlanjut saat bertandang ke markas Charlotte.
"[It was a] job well done on both ends," ujar Pascal Jansen, Pelatih Kepala New York City FC sebagaimana dilansir dari situs resmi klub.
Meskipun baru saja meraih hasil positif, Jansen meminta para pemainnya tetap rendah hati dan menjadikan momentum ini sebagai awal yang baru untuk menaikkan standar klub.
"For us, it’s a fresh start going into the third block of this season within the MLS, but we have to remain very humble because our achievements in the second block were way below our standards," lanjut Pascal Jansen.
Jansen juga mewaspadai potensi timnya mengulangi kesalahan masa lalu, terutama terkait efektivitas di depan gawang lawan yang sempat menjadi kendala utama.
"How do we prevent ourselves from going back in time?" tambah Pascal Jansen dalam analisisnya mengenai konsistensi tim.
Ia merujuk pada beberapa laga di mana timnya gagal menang meski mendominasi serangan, termasuk saat melawan Charlotte di New York pada bulan April lalu.
"The games against Charlotte and Cincinnati stand out ... If you score four goals against Cincinnati the way we did, that can never be a draw. If you have Charlotte here in New York and they have zero shots on target, but we’re not clinical in finishing our own moments, one shot on target may be enough," tegas Pascal Jansen.
Jansen optimis peningkatan mentalitas saat menguasai bola maupun saat bertahan akan membantu timnya meraih hasil maksimal dalam blok pertandingan ketiga musim ini.
"That’s something we’re very aware of going into this third block of games. The mentality we showed [on Sunday] on and off the ball was better, and that helps going forward," kata Pascal Jansen menutup keterangannya.
| Kiper | Kahlina |
| Belakang | Byrne, Morrison, Ream, Schnegg |
| Tengah | de la Torre, Biel, Diani |
| Depan | Zaha, Toklomati, Vargas |
Selain susunan pemain utama, Charlotte FC menyiagakan Miller, Abada, Aloko, Bronico, Cleary, Goodwin, John, Privett, dan Smalls sebagai cadangan untuk laga yang disiarkan global melalui Apple TV ini.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·