Pemerintah China menargetkan penggandaan pasokan energi nonfosil pada tahun 2035 sebagai upaya memperkuat ambisi ramah lingkungan Beijing. Rencana strategis ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Wang Changlin, dalam sebuah pengarahan pada Jumat (17/4/2026).
Peningkatan ketersediaan energi bersih tersebut akan dilakukan secara signifikan mulai tahun 2030 sebelum mencapai target dua kali lipat pada 2035 dibandingkan level tahun 2025. Langkah ini dilansir dari Bloombergtechnoz menjadi bagian dari visi jangka panjang transisi energi di negara tersebut.
Pengembangan proyek infrastruktur skala besar dipastikan menjadi motor utama dalam mencapai target tersebut. Pemanfaatan sumber daya alam akan difokuskan pada wilayah-wilayah strategis yang memiliki potensi energi terbarukan melimpah.
"meningkatkan secara signifikan" ujar Wang Changlin, Wakil Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional.
Pihaknya menjelaskan bahwa pembangunan pusat energi akan melibatkan wilayah geografis yang luas. Pemanfaatan tenaga air dan energi surya di lokasi ekstrem menjadi prioritas dalam rencana aksi tersebut.
"Sebuah proyek pembangkit listrik tenaga air besar-besaran di Tibet dan pusat-pusat energi terbarukan berbasis gurun akan membantu mendorong pembangkitan energi bersih," kata Wang Changlin.
Target baru ini dinilai para analis jauh lebih progresif dibandingkan komitmen China sebelumnya yang hanya menyasar pangsa energi nonfosil sebesar 30 persen pada 2035. Jika pertumbuhan permintaan energi tetap stabil, sasaran ini akan membawa perubahan besar pada struktur konsumsi energi nasional.
"Jika ini berarti menggandakan total penggunaan energi nonfosil dari 2025 hingga 2035, ini bisa jauh lebih ambisius daripada target China yang ada," kata analis dari Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih.
Lauri Myllyvirta dan Belinda Schäpe memperhitungkan bahwa penggandaan konsumsi dapat membuat pangsa energi bersih mencapai 29 persen pada 2029. Hal tersebut merujuk pada asumsi pertumbuhan total permintaan energi nasional sebesar 2,5 persen per tahun.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·