Pemerintah China melalui biro statistik melaporkan penurunan pengolahan minyak mentah sebesar 2,2 persen menjadi 61,67 juta ton pada Maret 2026. Penurunan ini terjadi akibat langkah kilang-kilang domestik dalam menghemat pasokan yang terganggu konflik di Teluk Persia serta adanya jadwal pemeliharaan industri rutin.
Berbeda dengan sektor energi, produksi aluminium justru mengalami peningkatan sebesar 2,7 persen menjadi 3,85 juta ton pada periode yang sama. Dilansir dari Bloombergtechnoz, lonjakan produksi logam ini mendekati rekor tertinggi seiring upaya pabrik peleburan memanfaatkan margin keuntungan yang besar.
Kenaikan volume aluminium tersebut diproyeksikan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri guna menutupi kekurangan pasokan global. Wilayah Timur Tengah, yang saat ini terdampak konflik, biasanya menyumbang sekitar 9 persen dari total produksi aluminium dunia.
Data statistik bulan Maret menggambarkan tantangan awal bagi ketahanan energi China, di mana sektor industri harus menghadapi lonjakan biaya operasional. Biaya listrik, pengemasan, dan pengiriman tercatat meningkat akibat dinamika geopolitik di Iran dan sekitarnya.
Meski menghadapi tekanan di sektor energi, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal pertama 2026 dilaporkan pulih lebih tinggi dari perkiraan semula. Hal ini menunjukkan bahwa dampak perang di kawasan Teluk Persia terhadap aktivitas ekonomi secara umum masih relatif terkendali.
Sektor petrokimia menjadi pihak yang paling merasakan tekanan akibat kelangkaan bahan baku dalam beberapa pekan terakhir. Kilang minyak milik negara mulai menggunakan stok komersial, sementara perusahaan independen skala kecil diinstruksikan untuk tetap berproduksi meski harus menanggung kerugian operasional.
Beijing tetap memprioritaskan peningkatan produksi bahan bakar fosil domestik, termasuk gas alam dan batu bara, sebagai langkah pengamanan energi nasional. Di sisi lain, produksi baja terus mencatatkan penurunan sebagai respons atas lemahnya permintaan dari sektor properti dan penurunan volume ekspor.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·