Cholil Nafis Ajak Jamaah Haji Indonesia Doakan Kedamaian Bangsa di Arafah

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Puncak ibadah haji di Arafah menjadi momentum krusial bagi jutaan umat Islam untuk mengintensifkan doa dan munajat. Fase wukuf di tempat ini dikenal secara luas sebagai salah satu momen paling mustajab untuk memohon kepada Allah SWT.

Menjelang momentum tersebut, Ketua Musyrif Diny, Cholil Nafis, mengimbau seluruh jamaah haji asal Indonesia untuk ikut mendoakan masa depan dan keselamatan negara. Hal ini dilansir dari Cahaya.

Cholil Nafis mengharapkan para jemaah tidak membatasi doa mereka pada urusan pribadi maupun keluarga saja. Dirinya meminta agar doa untuk kedamaian serta kemakmuran Indonesia turut disisipkan di dalam setiap munajat.

Pesan penting tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia kepada jemaah yang tengah bersiap melaksanakan puncak ibadah haji 1447 Hijriah.

"Jelang wukuf di Arafah, saya titip kepada seluruh jamaah haji Indonesia, selain berdoa untuk dirinya, keluarga dan sanak saudaranya, juga tolong doakan negara dan bangsa Indonesia," ujar Kiai Cholil, Senin (25/5/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah tersebut menerangkan bahwa mendoakan para pemimpin dan penentu kebijakan di tanah air merupakan hal yang sangat mendasar. Menurut pandangannya, arah masa depan bangsa memiliki keterkaitan erat dengan kualitas moral serta spiritual dari jajarannya.

Melalui doa-doa yang dipanjatkan, Kiai Cholil berharap agar stabilitas keamanan di Indonesia tetap terjaga dengan baik dan masyarakat bisa menikmati kehidupan yang sejahtera.

"Mudah-mudahan tetap aman sentosa, rakyatnya sejahtera, dan pemimpin-pemimpinnya yang adil serta beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa," lanjutnya.

Optimalisasi Waktu Mustajab

Kesempatan wukuf di Arafah dipandang sebagai ruang terbaik bagi jemaah untuk mengetuk pintu langit, baik demi kebaikan personal maupun kemaslahatan masyarakat luas.

Oleh karena itu, Kiai Cholil sangat berharap ratusan ribu jemaah haji asal Indonesia dapat memaksimalkan durasi wukuf dengan memperbanyak zikir dan permohonan kebaikan bagi tanah air.

Ia juga memberikan pengingat agar seluruh jemaah senantiasa memelihara kekhusyukan dan melakukan persiapan fisik maupun mental secara optimal sebelum memasuki fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.