Jakarta (ANTARA) - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan transparansi dalam tata kelola (governance) PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terkait ekspor komoditas strategis nasional.
“Tadi disampaikan dengan sangat jelas di pihak kami, di PT Danantara Sumberdaya Indonesia, tentu kita memastikan, yang pertama, bahwa perusahaan ini akan berjalan sesuai dengan governance yang baik, transparan, accountable,” kata Dony dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu.
Adapun DSI mendapatkan penugasan khusus pemerintah untuk mengelola dan mengawasi transaksi ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis dengan tahap awal fokus pada batu bara, crude palm oil (CPO) dan ferro alloy.
DSI akan dijalankan dalam dua tahap. Pada tahap pertama mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026, DSI berperan sebagai penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas ekspor tertentu.
Baca juga: ESDM masih bahas bea keluar batu bara meski akan diekspor lewat DSI
Selanjutnya pada tahap kedua yang ditargetkan dimulai Januari 2027, DSI akan membeli komoditas dari eksportir domestik untuk kemudian menjualnya ke pasar internasional.
Dony menggarisbawahi kebijaksanaan pemerintah dalam implementasi DSI, menyusul adanya masa transisi mulai Senin (1/6) besok hingga akhir tahun ini.
“Tadi sudah disampaikan dengan sangat jelas oleh Pak Menko (Perekonomian, Airlangga Hartarto), bahwa pemerintah tentu sangat bijaksana di dalam mengimplementasikan program ini karena ada masa transisi 6 bulan, kurang lebih 7 bulan dari 1 Juni sampai dengan 31 Desember,” ujar Dony.
Pria yang juga Kepala Badan Pengaturan BUMN itu menambahkan, nilai transparansi dari tata kelola DSI sangat krusial agar implementasinya dapat berjalan sesuai rencana dan target pemerintah dengan baik.
Baca juga: Wamentan sebut DSI tak ambil keuntungan saat ekspor CPO satu pintu
“Ini menjadi patokan utama kita karena kita tidak mau nanti satu niat yang baik, kalau dikelolanya tidak baik, nanti menjadi problem,” kata dia.
Selain itu, dalam masa transisi hingga akhir tahun 2026 ini, Dony memastikan DSI membuka pintu dialog dengan para pemangku kepentingan terkait termasuk dengan pengusaha komoditas dengan lebih rinci.
“Tentu kita juga berharap keberadaan Danantara Sumberdaya Indonesia ini memberikan manfaat juga untuk para pengusaha,” kata Dony.
“Dalam tahapan transisi selama 6 bulan itu kan banyak diskusi yang akan kita lakukan, termasuk juga mengenai penentuan patokan harga yang nanti akan kita diskusikan dengan pemerintah dan juga dengan seluruh pelaku usaha,” ujarnya menambahkan.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·