Daniel Damaz Berharap Anak-anak Muda Bisa Berdampak Positif demi Indonesia 2045

Sedang Trending 1 jam yang lalu

16 Mei 2026 21.00 WIB • 2 menit

Daniel Damaz Berharap Anak-anak Muda Bisa Berdampak Positif demi Indonesia 2045

images info

Daniel Damaz Berharap Anak-anak Muda Bisa Berdampak Positif demi Indonesia 2045


House of Herbs yang didirikan Daniel Damaz adalah proyek pribadi mengenai tanaman herbal. Melalui proyek tersebut Damaz berusaha mengkampanyekan membudidaya tanaman herbal secara mudah dan bermanfaat di rumah.

Daniel Damaz adalah pendiri dari House of Herbs, sebuah proyek pribadi yang fokus ke kesadaran membudidaya tanaman herbal di rumah. Melalui proyek tersebut, Daniel melalui media sosialnya rutin mengkampanyekan pentingnya memanfaatkan tanaman herbal yang ditanam di lingkungan.

Di House of Herbs, Damaz merawat sekitar 60-an tanaman herbal yang kelak bisa bermanfaat bagi penyembuhan. Di antaranya ada jahe, bangle, kemuning, daun salam, dan pohon mengkudu.

“Jadi tanaman-tanaman itu bisa kita makan, bisa kita minum untuk menunjang kesehatan kita,” ucap Damaz kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Sebagai anak Gen Z, apa yang dilakukan Damaz memang terbilang anti-mainstream. Namun, menurutnya berkebun memang sudah mengakar dari dalam dirinya mengingat dulunya ia belajar ilmu pertanian semasa mengenyam pendidikan tinggi.

“Karena memang background-ku di pertanian dan aku melihat tren sekarang anak-anak muda khususnya mulai menjauh dari dunia pertanian. Aku mencoba bisa jadi contoh mungkin buat mereka semua bahwa dunia pertanian ataupun tanaman obat itu market yang bisa dipertimbangkan untuk ke depannya karena Indonesia adalah salah satu negara yang punya jenis tanaman obat terbanyak kedua di dunia setelah Brasil,” ungkapnya.

Nilai Lebih di Manfaat

Tiap orang bisa dengan bebas ingin memilih tanaman yang ingin ditanam. Apakah sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal seperti yang dilakukan Daniel Damaz.

Bagi Damaz sendiri, ia memilih tanaman herbal karena manfaatnya. Ketimbang sayuran biasa, ia meyakini ada nilai lebih yang nantinya bisa membantu jika sewaktu-waktu terserang penyakit.

“Tanaman herbal itu punya nilai lebih daripada tanaman-tanaman sayuran biasa, dan sekarang itu orang-orang juga sudah mulai aware dengan kesehatannya,” ucap Damaz.

Dengan dukungan media sosial, Daniel pun tidak ingin berhenti mengkampanyekan budidaya tanaman herbal di rumah. Ia berharap dari upayanya itu semakin banyak orang tertarik menanam tanaman herbal yang sejatinya bisa bermanfaat bagi diri sendiri, terutama keluarga.

“Mungkin ini dari segi perspektifku, mau coba meng-influence banyak orang untuk bisa tanam obatnya sendiri di kebun,” kata Damaz lagi.

Indonesia 2045

Sebagai anak Gen Z, Damaz sadar dalam beberapa tahun mendatang ia dan anak satu generasi dengannya akan mendapat tongkat estafet untuk berkontribusi bagi Indonesia. Khususnya pada 2045, di mana nanti usianya menginjak 45 tahun. Damaz mengaku menyimpan kekhawatiran menatap Indonesia pada tahun emas tersebut karena melihat kondisi politik dalam dan luar negeri.

“Pasti banyak perguncangan atau banyak hal yang tidak bisa kita ekspektasikan terlalu berlebih dalam artian dengan kondisi ekonomi saat ini, kondisi global saat ini. Sekarang kita masuk dalam resesi ya, apakah kita bisa survive? Apa kita bisa kembali seperti semula? Tapi satu yang aku mau sampaikan adalah itu kembali ke diri kita masing-masing,” ucap Damaz.

Damaz juga sadar semakin berkurangnya sosok panutan yang kuat dari generasi muda. Maka dari itu ia berharap anak-anak seusianya bisa lebih fokus membenahi diri agar nantinya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan dicontoh oleh generasi penerus.

“Kita kayak seakan-akan enggak punya contoh public figure yang bisa kita tekuni, yang bisa kita pelajari. Jadi itu sih, aku pengin kita sebagai anak-anak muda bisa jadi figur-figur contoh untuk bisa aware sama lingkungan, enggak korupsi, tidak egois, hal-hal sederhana,” ungkapnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini