Sentimen pasar keuangan global dan domestik pada pekan ini, Senin (11/5/2026), dipengaruhi oleh rilis data inflasi Amerika Serikat serta rencana pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping. Kondisi ini membayangi pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif.
Badan Pusat Statistik mencatat Produk Domestik Bruto Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal pertama 2026, melebihi konsensus pasar sebesar 5,4 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan belanja pemerintah sebesar 21,8 persen dan konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,5 persen secara tahunan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah strategis dengan mengaktifkan kembali Bond Stabilization Fund pada 7 Mei 2026. Kebijakan ini bertujuan menjaga yield Surat Berharga Negara, menstabilkan rupiah, dan menahan aliran modal asing keluar, dibarengi dengan rencana penerbitan Panda Bond.
Di pasar modal, nilai tukar rupiah menguat 0,40 persen ke level 17.377 per dolar AS pada pekan lalu, sementara IHSG terkoreksi tipis 0,04 persen ke level 6.969. Sebaliknya, pasar saham Amerika Serikat di Wall Street mencatatkan kenaikan dengan indeks Nasdaq melesat 2,9 persen.
Berdasarkan estimasi Bloomberg, inflasi konsumen Amerika Serikat pada April diperkirakan naik menjadi 3,8 persen dengan inflasi inti mencapai 2,8 persen. Data ini menjadi krusial karena Jerome Powell dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Federal Reserve pada 15 Mei mendatang.
Di tingkat regional, pasar saham Vietnam menunjukkan optimisme terhadap prospek peningkatan peringkat ke dalam daftar pantauan MSCI pada Juni 2026. Analis dari SSI Research menyebut Vietnam telah memenuhi 10 dari 18 kriteria akses pasar yang ditetapkan oleh MSCI.
Agenda ekonomi penting lainnya pekan ini mencakup rilis data kepercayaan konsumen pada 11 Mei, serta data penjualan ritel domestik dan inflasi AS pada 12 Mei. Investor juga menantikan kepastian intervensi mata uang Yen dari bank sentral Jepang di tengah ketidakpastian moneter global.
"Amerika Serikat (AS) akan merilis data ekonomi pekan ini. (Foto: AP/Richard Drew)"
"ujian terakhir" dipandang data inflasi bagi manajemen kebijakan moneter Powell setelah bertahun-tahun secara agresif menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·