Bukan hanya sopir ambulans yang jadi korban, Damkar Kabupaten Sleman juga dijebak debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) untuk meneror nasabah. Mereka ditelepon melalui nomor tertentu untuk mengevakuasi ular di kawasan Caturtunggal, Kabupaten Sleman.
Setibanya di lokasi, laporan tersebut ternyata fiktif. Petugas Damkar pun akhirnya kembali ke markas.
"Damkar itu mendapat laporan ular," kata admin Ambulans Mer-C Yogya, Aziz Apri Nugroho, yang juga menjadi pihak ambulans yang dijebak DC pinjol.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Indra Darmawan, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
"Untuk rekan-rekan Damkar memang dari Sleman," kata Indra.
"Nggih (benar laporan ular fiktif), laporan dengan kondisi lapangan berbeda," lanjutnya.
Terkait perkara ini, pihaknya akan mendalami lebih lanjut, termasuk kemungkinan melapor ke polisi.
"Sedang kami dalami dulu," katanya.
Di sisi lain, Indra mengaku prihatin dengan kejadian tersebut karena berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
"Sangat prihatin sekali. Kok sampai digunakan hal-hal yang tidak pada tempatnya," katanya.
Sementara itu, Satreskrim Polresta Sleman masih menelusuri kasus ambulans yang dijebak debt collector pinjol. Untuk kasus yang dialami Damkar, polisi meminta agar tidak ragu melapor.
"Jika mengalami hal serupa, silakan melaporkan kepada kepolisian," kata Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·