PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat langkah strategis dalam mengalihkan pengelolaan sektor maritim dari konsep ekonomi hijau menuju ekonomi biru. Transisi ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kelautan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya perikanan dan ekosistem pesisir di wilayah Kalteng.
Kepala Dislutkan Kalteng, Sri Widanarni, menjelaskan bahwa pergeseran fokus menuju ekonomi biru memang menjadi program utama pemerintah saat ini di bidang kelautan dan perikanan.
”Inti dari program ini adalah bagaimana mengelola potensi kelautan secara maksimal, namun tetap menjaga kelestarian sumber daya perikanan dan ekosistemnya. Terkait sumber daya perikanan, fokusnya adalah bagaimana kita menangkap ikan secara terukur. Dalam artian, tidak bisa lagi dilakukan sesuka-sukanya, melainkan harus terukur untuk menjaga kelestariannya,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Selain kebijakan penangkapan yang terukur, implementasi ekonomi biru di Kalteng juga menyasar pada aspek kebersihan lingkungan pesisir dan laut.
Sri Widanarni menyoroti pentingnya penanggulangan masalah sampah yang mencemari lautan.
Menurutnya, pengendalian sampah di wilayah pesisir menjadi upaya krusial agar sumber daya perikanan tetap terjaga kelestariannya dan aman bagi masyarakat.
“Tujuannya adalah bagaimana supaya sumber daya perikanan di laut dan pesisir ini bisa tetap sehat untuk dikonsumsi, terhindar dari ancaman mikroplastik dan tumpukan sampah-sampah yang ada di sana,” pungkasnya (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat langkah strategis dalam mengalihkan pengelolaan sektor maritim dari konsep ekonomi hijau menuju ekonomi biru. Transisi ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kelautan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya perikanan dan ekosistem pesisir di wilayah Kalteng.
Kepala Dislutkan Kalteng, Sri Widanarni, menjelaskan bahwa pergeseran fokus menuju ekonomi biru memang menjadi program utama pemerintah saat ini di bidang kelautan dan perikanan.
”Inti dari program ini adalah bagaimana mengelola potensi kelautan secara maksimal, namun tetap menjaga kelestarian sumber daya perikanan dan ekosistemnya. Terkait sumber daya perikanan, fokusnya adalah bagaimana kita menangkap ikan secara terukur. Dalam artian, tidak bisa lagi dilakukan sesuka-sukanya, melainkan harus terukur untuk menjaga kelestariannya,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Selain kebijakan penangkapan yang terukur, implementasi ekonomi biru di Kalteng juga menyasar pada aspek kebersihan lingkungan pesisir dan laut.
Sri Widanarni menyoroti pentingnya penanggulangan masalah sampah yang mencemari lautan.
Menurutnya, pengendalian sampah di wilayah pesisir menjadi upaya krusial agar sumber daya perikanan tetap terjaga kelestariannya dan aman bagi masyarakat.
“Tujuannya adalah bagaimana supaya sumber daya perikanan di laut dan pesisir ini bisa tetap sehat untuk dikonsumsi, terhindar dari ancaman mikroplastik dan tumpukan sampah-sampah yang ada di sana,” pungkasnya (her)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·