Doa Nurbuat atau dikenal juga sebagai Doa Nurun Nubuwwah merupakan salah satu amalan populer yang sering dibaca umat Muslim sebagai ikhtiar spiritual. Doa ini dilansir dari Cahaya biasanya dipanjatkan untuk memohon keselamatan, perlindungan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Meskipun tidak ditemukan dalam hadis-hadis shahih yang masyhur, keberadaan Doa Nurbuat tetap eksis dalam literatur keislaman klasik. Para ulama memasukkan doa ini ke dalam kumpulan dzikir pilihan yang diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi keilmuan spiritual.
Istilah Nurbuat diambil dari bahasa Arab, yakni nūr yang bermakna cahaya dan nubuwwah yang berarti kenabian. Secara simbolis, doa ini diartikan sebagai cahaya kenabian yang membawa keberkahan serta perlindungan Ilahi bagi pembacanya.
Dalam buku Malaikat pun Mengamini karya H. Hamdan Hamedan, MA., dijelaskan bahwa doa ini bersumber dari riwayat yang dihimpun oleh Imam Abul Qasim Ali Ibn Asakir. Informasi sejarah ini tertuang dalam karyanya yang berjudul Tarikh Dimasyq.
Ustadz Sholechul Azis melalui buku Panduan Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah juga menyarankan doa ini sebagai amalan rutin. Banyak ulama menilai konten doa ini selaras dengan nilai tauhid sehingga tetap aman diamalkan oleh umat Islam.
Teks Bacaan Doa Nurbuat
Berikut adalah naskah lengkap Doa Nurbuat dalam teks Arab:
اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِيْنَ وَعَيْنِ الْجِنِّ الْاِنْسِ وَالشَّيَاطِيْنِ
وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنٌ وَمَاهُوَ اِلاَّذِكْرٌ لِّلْعَالEMِيْنَ وَمُسْتَجَابُ اْلقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُوالْعَرْشِ الْمَجِيْدِ
طَوِّلْ عُمْرِيْ وَصَحِّحْ جَسَدِيْ وَاقْضِ حَاجَتِيْ وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ وَحَبِّبْنِيْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ اٰدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِيْنَ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Teks Latin:
Allaahumma dzis-sultaanil ‘adziimi wadzil-mannil qadiimi wadzil-wajhil-kariimi wawaliyyil-kalimaatit taammati wadda‘awaatil mustajaabaati ‘aaqilil hasani wal-husaini min anfusil haqqi ‘ainil qudrati wan-naaziriina wa ‘ainil jinni wal insi wasy-syayaatiin.
Wa iy yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi absaarihim lammaa samii‘udz-dzikra wayaquuluuna innahuu lamajnuunuw wamaa huwa illaa dzikrul lil-‘aalamiin, wamustajaabil-qur’aanil-‘aziim, wawaritsa sulaimaanu daawuuda ‘alaihimassalaam, al-wuduudu dzul ‘arsyil-majiid.
Tawwil ‘umrii wa shahhih jasadii waqdii haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wahabbibnii linnaasi ajma‘iina watabaa‘adil ‘adaawata kullahaa mim banii aadama ‘alaihissalaamu man kaana hayyaw wayahiqqal-qaulu ‘alal kaafiriina innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Subhaana rabbika rabbil-‘izzati ‘ammaa yasifuuna wasalaamun ‘alal-mursaliina walhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.
Artinya:
"Ya Allah, Pemilik kekuasaan yang agung, yang memiliki karunia sejak dahulu, yang memiliki wajah yang mulia, yang menguasai kalimat-kalimat yang sempurna dan doa-doa yang mustajab…"
"Panjangkanlah umurku, sehatkanlah tubuhku, penuhilah kebutuhanku, limpahkanlah rezeki berupa harta dan keturunan, serta jadikan aku dicintai oleh manusia. Jauhkanlah permusuhan dari diriku dan lindungilah aku dari segala keburukan…"
"Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Perkasa dari apa yang mereka sifatkan. Dan semoga keselamatan tercurah kepada para rasul, serta segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam."
Manfaat dan Keutamaan Mengamalkan Doa Nurbuat
Berdasarkan buku Tuntunan Shalat Lengkap karya KH. Ustadz Solechul Aziz, terdapat beberapa manfaat yang diyakini terkandung dalam doa ini. Pertama, ia dianggap sebagai wasilah agar keinginan atau hajat seseorang lebih cepat dikabulkan, terutama bila dibaca istiqamah setelah shalat fardu.
Kedua, doa ini dipercaya mampu memberikan perlindungan dari gangguan luar seperti sihir atau energi negatif. Ketiga, pembacaan rutin diyakini dapat menciptakan stabilitas emosional dan ketenangan batin karena adanya koneksi spiritual yang kuat kepada Sang Pencipta.
Secara sosial, masyarakat sering menggunakan Doa Nurbuat sebagai ikhtiar untuk menjaga keberkahan lingkungan rumah maupun tempat usaha. Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Ad-Da’ wa Ad-Dawa’ menyebutkan bahwa doa adalah bagian dari takdir yang ditetapkan Allah untuk mendatangkan manfaat.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar turut menekankan pentingnya doa sebagai bentuk pengakuan atas kelemahan manusia. Pada akhirnya, efektivitas Doa Nurbuat bergantung pada ketulusan, keyakinan, serta konsistensi setiap individu dalam mengamalkannya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·