Untan Selidiki Mahasiswa Terkait Dugaan Konten Deepfake Vulgar

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak melalui Satgas PPKPT kini tengah mengusut kasus dugaan pembuatan konten deepfake vulgar yang dilakukan oleh seorang mahasiswa berinisial RY. Sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat, 15 Mei 2026, tindakan pelaku terungkap setelah para korban mulai berani bersuara terkait penyebaran foto-foto tak senonoh hasil rekayasa kecerdasan buatan tersebut.

Penemuan konten negatif ini bermula dari sebuah ketidaksengajaan saat pelaksanaan praktikum mata kuliah Sistematika Mikroba pekan lalu di lingkungan kampus. Rekan satu angkatan RY meminjam ponsel milik terduga pelaku untuk keperluan dokumentasi kegiatan praktikum, namun justru menemukan koleksi foto hasil edit AI di dalam galeri ponsel tersebut.

S, salah satu korban yang memberikan keterangan, menjelaskan kronologi penemuan bukti tersebut saat RY sedang bersama rekan-rekan jurusannya. Menurut penuturannya, kecurigaan muncul ketika rekan RY memeriksa hasil jepretan praktikum namun mendapati banyak wajah yang familiar dalam format konten vulgar.

"Pas buka galeri, temannya heran kok banyak muka orang yang dia kenal. Pas dicek ternyata banyak sekali foto-foto tidak senonoh yang sudah diedit pelaku," katanya.

Keresahan di lingkungan mahasiswa memuncak beberapa hari kemudian saat dugaan skandal ini meluas melalui berbagai grup percakapan digital. Mayoritas korban yang menjadi sasaran rekayasa konten RY merupakan teman akrab pelaku, termasuk rekan dari masa SMA, teman kuliah satu angkatan, hingga kekasih pelaku sendiri.

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Untan, Emilya Kalsum, memberikan konfirmasi resmi mengenai langkah hukum dan etik yang sedang ditempuh pihak universitas terhadap RY.

"Sudah ditangani dan sedang dalam proses," kata Emilya Kalsum.

Sebagai langkah pencegahan selama proses investigasi berlangsung, pihak universitas telah mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara status akademik terduga pelaku. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan di lingkungan fakultas serta mempermudah jalannya pemeriksaan oleh tim satgas.

"Dalam rangka pelaksanaan proses investigasi serta penciptaan ruang aman bagi korban dan terlapor, Satgas PPKPT Untan telah memberikan arahan kepada pimpinan fakultas agar menghentikan sementara perkuliahan," kata Emilya.