Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran agar segera menyetujui kesepakatan damai dengan Washington pada Senin (18/5/2026). Dilansir dari Detikcom, Trump memperingatkan negara tersebut bahwa penolakan terhadap kesepakatan akan berdampak pada kehancuran total pihak Teheran.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Trump secara langsung melalui platform media sosial pribadinya. Ketegangan ini memuncak di tengah desakan agar Iran segera mengambil tindakan diplomatis dalam waktu dekat.
"Bagi Iran, Waktu Terus Berjalan, dan mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Pemimpin Amerika Serikat tersebut juga memberikan penegasan tambahan mengenai urgensi situasi diplomasi yang sedang berlangsung saat ini.
"WAKTU SANGAT PENTING!" imbuhnya, dilansir Al Arabiya, Senin (18/5/2026).
Persyaratan yang diajukan oleh pihak Washington dilaporkan mencakup lima poin utama untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Fars News Agency dari Iran melaporkan pada Minggu (17/5) bahwa tuntutan itu melibatkan pembatasan fasilitas nuklir Teheran serta penyerahan pasokan uranium Iran kepada Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan media tersebut, salah satu poin krusial membatasi aktivitas pengembangan nuklir di negara Timur Tengah itu.
AS "hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran untuk tetap beroperasi" menurut media Fars News Agency.
Selain itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi situasi keamanan global lain melalui pernyataan di media sosial pada Senin (18/5) waktu setempat. Ukraina mengklaim drone Rusia telah menghantam sebuah kapal kargo milik China di perairan Laut Hitam, sehari sebelum pertemuan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Xi Jinping di Beijing.
Zelensky menegaskan bahwa pihak Rusia semestinya memahami pergerakan kapal yang berada di wilayah perairan tersebut.
"Drone-drone menghantam Odesa ... dan salah satu UAV (kendaraan udara tak berawak atau drone-red) menghantam sebuah kapal milik China. Rusia tidak mungkin tidak mengetahui kapal apa yang ada di lautan," ucap Zelensky dalam pernyataannya.
Laporan media Axios dari dua pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa Donald Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan tim keamanan nasional utama di Ruang Situasi, Gedung Putih, pada Selasa (19/5) waktu setempat guna membahas opsi militer terhadap Iran.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·