Donald Trump Klaim Pemimpin Israel dan Lebanon Dialog Kamis Ini

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan antara pemimpin Israel dan Lebanon yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (16/4/2026) waktu setempat. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya pada Rabu (15/4) waktu AS.

Klaim ini menjadi sorotan karena menjadi komunikasi langsung pertama antar-pemimpin kedua negara dalam 34 tahun terakhir. Namun, dilansir dari Detikcom, otoritas di Beirut mengaku tidak mengetahui adanya jadwal kontak langsung dengan Tel Aviv dalam waktu dekat.

Donald Trump dalam unggahannya menyatakan upaya ini bertujuan memberikan ruang bagi kedua negara di tengah konflik. "Berusaha untuk memberikan sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon. Itu akan terjadi besok. Bagus!" tulis Trump melalui Truth Social.

Meski mengumumkan jadwal, Trump tidak merinci siapa saja perwakilan yang akan hadir serta lokasi dialog tersebut. Pengumuman ini muncul setelah pertemuan Duta Besar Israel dan Lebanon di Washington DC pada Selasa (14/4) guna membahas gencatan senjata.

Negosiasi tingkat tinggi di Washington tersebut tercatat sebagai pertemuan langsung pertama pejabat senior kedua negara sejak 1993. Sejak 2 Maret lalu, Lebanon terlibat dalam perang setelah kelompok Hizbullah melancarkan serangan ke wilayah Israel.

Serangan udara balasan dari Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan satu juta warga Lebanon mengungsi. Selain serangan udara, Tel Aviv juga telah mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon yang berbatasan langsung dengan Israel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel memiliki dua target utama dalam pembicaraan ini. Israel menuntut pembubaran Hizbullah dan terciptanya perdamaian berkelanjutan yang dicapai melalui kekuatan militer mereka di kawasan tersebut.

"Kami tidak mengetahui adanya rencana kontak dengan pihak Israel, dan kami belum diberitahu tentang hal itu melalui saluran resmi," ujar seorang pejabat Beirut kepada AFP. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas ketidaktahuan pihak Lebanon tersebut.