Kunjungan kerja Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing pada pekan ini berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan dagang langsung yang besar guna mengatasi gesekan teknologi dan perdagangan kedua negara.
Meskipun delegasi Amerika Serikat membawa sejumlah pimpinan perusahaan besar, pertemuan ini lebih berfokus pada menjaga stabilitas hubungan ekonomi ketimbang menghasilkan keputusan konkret terkait tarif impor dan komoditas strategis.
Presiden Tiongkok Xi Jinping memanfaatkan pertemuan tatap muka ini untuk menegaskan bahwa isu Taiwan merupakan batas merah paling krusial bagi hubungan kedua negara.
"most consequential" puji Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Donald Trump menyampaikan rasa optimisnya mengenai hubungan masa depan kedua negara sebelum memulai pembicaraan resmi.
"fantastic future." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Melalui jamuan makan malam resmi, Trump kembali menekankan bahwa hubungan baik antara Amerika Serikat dan Tiongkok mampu memberikan dampak positif bagi dunia.
"future of greater prosperity" ucap Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut selaras dengan keinginan Tiongkok untuk membangun era stabilitas strategis yang konstruktif melalui kerja sama dan persaingan yang dikelola dengan baik.
Terkait masalah kebijakan persenjataan, Trump mengindikasikan bahwa dirinya telah mendengarkan kekhawatiran Tiongkok secara mendalam.
"great detail," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ia menambahkan akan segera mengambil keputusan resmi mengenai penjualan senjata ke wilayah tersebut.
"make a determination" tutur Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Di sisi lain, kebijakan tarif impor Amerika Serikat terhadap komoditas Tiongkok saat ini masih bertahan di angka hampir 48 persen menurut data Chad Bown dari Peterson Institute for International Economics.
Ketika dikonfirmasi mengenai kelanjutan gencatan senjata tarif yang akan berakhir pada November mendatang, Trump menyatakan bahwa dirinya dan Xi tidak membahas hal tersebut.
"did not discuss tariffs” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran dari para pengamat foreign policy karena perpanjangan kesepakatan merupakan tolok ukur dasar keberhasilan konferensi tingkat tinggi tersebut.
Sementara itu, Trump juga mengumumkan potensi pembelian pesawat komersial oleh pihak Tiongkok, meskipun komitmen pasti terkait volume pembelian tersebut belum disepakati secara final.
"agreed that they want to buy oil from the United States." kata Menteri Energi Amerika Serikat.
Selain masalah energi, Amerika Serikat dan Tiongkok dikabarkan menyepakati penjualan produk pertanian serta mekanisme pengelolaan perdagangan masa depan senilai 30 miliar dolar AS untuk barang-barang non-sensitif.
Dalam kesempatan wawancara terpisah, Trump menegaskan posisi Amerika Serikat mengenai kebijakan politik luar negerinya yang tidak mengalami perubahan.
"nothing has changed" cetus Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Namun, Trump mengaku pembahasan mengenai ketegangan wilayah tersebut memakan waktu yang cukup lama sepanjang malam.
"talked the whole night about that issue" aku Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ia menyatakan tidak ingin ada pihak yang memicu konflik bersenjata baru dan berharap situasi regional dapat kembali tenang.
"I will say this: I’m not looking to have somebody go independent, and you know we’re supposed to travel 9,500 miles to fight a war. I’m not looking for that. I want them to cool down. I want China to cool down," tegas Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Meskipun stabilitas hubungan ini dinilai positif bagi ekonomi global, definisi stabilitas strategis ini berpotensi memberi keleluasaan bagi Tiongkok untuk mempermasalahkan tindakan dagang Amerika Serikat di masa depan.
Diplomat Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan kesepakatan terhadap penekanan stabilitas ini penting guna mencegah kesalahpahaman yang dapat memicu konflik lebih luas.
"so that we don’t have misunderstandings that can lead to broader conflict." kata Marco Rubio, Diplomat Amerika Serikat.
Hingga kunjungan berakhir, belum ada kepastian mengenai regulasi ekspor tanah jarang dari pihak Beijing, sementara industri chip dan kedirgantaraan Amerika Serikat masih menghadapi kelangkaan pasokan akibat pembatasan ekspor sejak April 2025.
Pemimpin Tiongkok Xi Jinping menyatakan bahwa negaranya akan tetap terbuka bagi pelaku bisnis internasional.
"will only open wider and wider" kata Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Namun, komunitas bisnis Amerika Serikat menyatakan masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut terkait lini masa dan penyelesaian masalah komoditas tanah jarang tersebut.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·