Donald Trump Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran dan Perdagangan

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan puncak tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis pagi (14/05/2026) guna membahas eskalasi perang di Iran dan persoalan perdagangan.

Gedung Putih mengonfirmasi kunjungan ini merupakan lawatan perdana Presiden AS ke China dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa Trump diprediksi akan menekan China terkait sumber pendapatan Teheran serta potensi ekspor senjata di tengah konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Langkah diplomasi ini diambil saat Trump berupaya menghentikan perang yang dimulai akhir Februari lalu, termasuk dengan memberlakukan sanksi bagi perusahaan China yang membeli minyak mentah dari Iran.

Selain ketegangan di Timur Tengah, Trump mengonfirmasi rencana untuk membahas kebijakan penjualan senjata Amerika Serikat kepada Taiwan yang selama ini ditentang oleh pihak Beijing.

"Saya akan melakukan pembahasan itu," ujar Trump.

Presiden AS tersebut menyatakan bahwa meskipun pemimpin China mengharapkan penghentian pasokan senjata, ia tetap akan membawa isu tersebut ke meja perundingan.

"Presiden Xi ingin agar kami tidak melakukannya. Dan saya akan tetap membahasnya," ujar Trump.

Isu hak asasi manusia turut menjadi agenda utama, khususnya mengenai nasib Jimmy Lai, pendiri surat kabar Apple Daily yang dijatuhi hukuman penjara atas tuduhan keamanan nasional.

"Banyak orang ingin dia dibebaskan. Dan saya juga ingin melihat dia bebas," ujar Trump.

Kepada awak media di Oval Office, Trump menegaskan komitmennya untuk kembali mengangkat kasus pengusaha Hong Kong tersebut di hadapan Xi Jinping.

"Jadi, saya akan kembali mengangkat isu itu," ujar Trump.

Situasi diplomatik ini diperparah dengan kondisi kritis gencatan senjata antara AS dan Iran setelah Trump menolak proposal perdamaian terbaru dari pihak Teheran.

Krisis energi global juga membayangi pertemuan ini akibat penutupan Selat Hormuz yang menghambat ekspor gas dan minyak, sehingga mendesak China mencari kepastian pasokan domestik.

Agenda resmi menunjukkan Trump akan tiba di China pada Rabu malam sebelum menghadiri rangkaian jamuan kenegaraan dan diskusi ekonomi bilateral hingga Jumat mendatang.