DPR: TNI lanjut kirim prajurit ke Lebanon upaya RI jaga perdamaian

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai keputusan pemerintah dan TNI untuk melanjutkan pengiriman personel TNI ke Lebanon merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Dia menilai kehadiran pasukan perdamaian dari Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), bukan hanya mencerminkan tanggung jawab internasional, tetapi juga memperkuat diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan.

"Komisi I DPR RI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit yang akan berangkat," kata Dave di Jakarta, Rabu.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan prajurit di Lebanon itu harus menjadi prioritas utama. Kementerian Pertahan dan TNI, kata dia, harus memastikan dukungan logistik serta koordinasi yang optimal dengan personel mitra internasional lainnya.

"Evaluasi berkelanjutan terhadap dinamika di lapangan perlu dilakukan agar setiap kebijakan tetap relevan dan prajurit dapat menjalankan tugas dengan aman," kata dia.

Dia menegaskan misi perdamaian itu perlu dijaga dengan profesionalisme tinggi, menjunjung nilai kemanusiaan, serta membawa nama baik bangsa. Komisi I DPR menekankan agar seluruh prajurit senantiasa menjaga disiplin, soliditas, dan semangat juang dengan sikap yang profesional.

"Sehingga kontribusi Indonesia semakin bermakna bagi perdamaian dunia," kata dia.

Baca juga: Indonesia akan kirim 780 prajurit TNI ke Misi PBB di Lebanon pada Mei

Dengan dukungan rakyat Indonesia, dia pun yakin bahwa kehadiran pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon akan memperkuat diplomasi bangsa dan menjadi teladan bagi dunia dalam mewujudkan stabilitas serta keamanan internasional.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia akan mengirimkan 780 orang dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 22 Mei 2026.

“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya. (sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” kata Sugiono yang ditemui setelah pernyataan pers bersama antara Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa (12/5).

Baca juga: Kemenko Polkam: Pasukan TNI bisa ditarik jika UNIFIL tidak mampu lindungi prajurit

Baca juga: Komisi I DPR minta PBB evaluasi perlindungan pasukan UNIFIL

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.