Pembangunan 1.000 layar bioskop desa yang didanai melalui APBN 2027 diusulkan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Rahmawati, pada Senin (25/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan perfilman nasional ke daerah sekaligus menyokong rumah produksi atau production house (PH) skala kecil, dilansir dari Bloomberg Technoz.
“Kepada Kemenkeu, mungkin lintas mitra, mungkin siapkan insentif fiskal untuk PH-PH kecil dan daerah, dan alokasikan anggaran 1.000 layar bioskop desa dari APBN 2027,” kata Rahmawati, dikutip dari YouTube TVR Parlemen, Senin (25/5).
Pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat daerah dinilai dapat digenjot melalui kehadiran bioskop desa tersebut. Rahmawati memandang bahwa industri perfilman nasional sepatutnya tidak hanya berpusat di kawasan kota besar, tetapi juga harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
“Karena kita tahu, mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dimulai dari daerah,” ujar Rahmawati.
Pemerataan distribusi film nasional juga menjadi hal penting yang digarisbawahi oleh Rahmawati. Upaya tersebut diperlukan agar karya-karya sineas daerah memperoleh ruang tayang yang lebih luas sehingga mampu bersaing dengan produksi film berskala besar.
“Agar film-film daerah tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” tutur Rahmawati.
Kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan proses distribusi film berlangsung secara lebih adil serta inklusif. Menurut Rahmawati, intervensi ini juga krusial demi mengantisipasi munculnya praktik monopoli dalam industri sinema tanah air.
“Mereka harus hadir untuk memastikan keadilan distribusi, melawan monopoli, dan membangun ekosistem perfilman yang inklusif,” kata Rahmawati.
Penguatan dukungan pemerintah terhadap PH kecil diharapkan dapat terus ditingkatkan demi memajukan industri film nasional. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan lahir lebih banyak karya kreatif dari berbagai pelosok daerah.
“Dan juga mudah-mudahan dengan kita bertemu ini banyak hal-hal yang kita diskusikan agar PH-PH kecil itu tetap bisa hidup,” pungkas Rahmawati.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·