Anggota DPRD Banten Yeremia Mendrofa menengarai adanya kebocoran data pribadi siswa yang dimanfaatkan oknum calo dalam tahapan Pra-Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Provinsi Banten, Kamis (7/5), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pemerintah Provinsi Banten diketahui tengah menyelenggarakan masa Pra-SPMB sejak 20 April hingga 31 Mei 2026 yang mewajibkan calon siswa mengunggah data diri serta nilai untuk proses verifikasi. Namun, keterlambatan verifikasi diduga dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menghubungi peserta secara personal.
Yeremia Mendrofa menjelaskan bahwa salah satu anggota keluarganya menjadi sasaran oknum yang mengaku sebagai admin dan menawarkan bantuan untuk mempercepat proses verifikasi data yang belum tuntas. Anggota dewan tersebut mempertanyakan keamanan data siswa yang seharusnya bersifat rahasia.
"Ada terjadi pada keponakan saya. Beberapa waktu lalu, malam-malam, ada yang mengatasnamakan admin menghubungi anak saya untuk menawarkan bantuan," kata Yeremia Mendrofa, Anggota DPRD Banten.
Penegasan mengenai kerahasiaan informasi tersebut disampaikan Yeremia karena data teknis seperti status verifikasi yang belum selesai bisa diketahui oleh pihak luar. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya akses ilegal terhadap basis data peserta.
"Jadi pertanyaan saya, data anak seharusnya hanya diketahui oleh anak dan operator. Tapi kenapa ada orang lain yang tahu? Dan tahu juga statusnya belum terverifikasi," kata Yeremia Mendrofa, Anggota DPRD Banten.
Menanggapi kejadian tersebut, Yeremia telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten untuk mengadukan temuan lapangan ini. Meskipun pihak sekolah membantah adanya keterlibatan internal, keraguan tetap muncul terkait sumber informasi yang dimiliki oknum tersebut.
"Pihak sekolah mengaku bukan dari mereka. Oke kalau bukan, tapi pertanyaan saya, mengapa ada orang yang mengaku admin, tahu nomor siswa, dan tahu status ajuan belum terverifikasi," kata Yeremia Mendrofa, Anggota DPRD Banten.
Kekhawatiran lebih lanjut muncul terkait potensi penyasaran terhadap siswa berprestasi yang memiliki peluang besar masuk melalui jalur nilai. Yeremia menduga data nilai yang terbuka memudahkan calo memetakan calon korban.
"Jangan-jangan, anak yang berpotensi, nilainya bagus, punya peluang masuk jalur prestasi, ini banyak di-calo. Karena data ini kan ketahuan, data nilai anak pasti ketahuan siapa yang berpotensi masuk," kata Yeremia Mendrofa, Anggota DPRD Banten.
Lambatnya durasi verifikasi yang mencapai dua minggu dinilai menjadi celah psikologis yang dimanfaatkan calo untuk memengaruhi orang tua siswa. Yeremia mengusulkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mempercepat prosedur administrasi agar lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dulu saat SPMB tahun lalu, hanya tiga hari. Tapi kenapa ini makan waktu dua minggu belum terverifikasi. Ini terlalu lama. Mending dibantu AI untuk verifikasinya. Jadi psikologi orang tua dan calon murid tidak terganggu dan dimanfaatkan oleh calo," kata Yeremia Mendrofa, Anggota DPRD Banten.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·