Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani menilai keberadaan Sekolah Rakyat dapat membantu meningkatkan derajat keluarga melalui akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok kurang mampu.
“Semua yang bersekolah di Sekolah Rakyat hari ini adalah anak-anak yang nantinya bisa mengangkat derajat keluarganya,” kata Rany saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis.
Menurut dia, kehadiran Sekolah Rakyat menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Oleh karena itu, dia meminta para siswa agar tetap fokus belajar dan menjaga semangat untuk meraih cita-cita. Rany meyakini para siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi besar menjadi generasi penerus bangsa di masa depan.
“Negara hadir untuk kalian agar bisa setara dengan anak-anak yang bersekolah di luar sana,” ujar Rany.
Dia juga mengapresiasi peran guru dan pihak sekolah yang terus mendampingi para siswa dalam proses pendidikan. Dia menilai upaya membangun karakter, disiplin, dan kekompakan siswa membutuhkan proses yang tidak mudah.
Dia menyebutkan semangat kebersamaan perlu terus ditanamkan kepada siswa karena keberhasilan lebih mudah dicapai melalui kerja sama dibandingkan berjalan sendiri-sendiri.
“Kalau kerja bersama-sama, kita saling solid, hasilnya akan lebih luar biasa dibandingkan sendiri,” tutur Rany.
Baca juga: Sekolah Rakyat penting untuk cegah anak putus sekolah
Lebih lanjut, dia menginginkan agar akses pendidikan, seperti Sekolah Rakyat dapat semakin diperluas sehingga lebih banyak anak yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
Dia pun berharap para siswa Sekolah Rakyat dapat menjadi generasi yang berkontribusi penuh bagi bangsa di masa yang akan datang.
“Kita doakan, semoga ke depan, bangsa Indonesia bisa dipimpin oleh siswa-siswi Sekolah Rakyat,” ucap Rany.
SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, yang berlokasi di dalam Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) memiliki luas lebih dari empat hektare (ha).
Sekolah Rakyat tersebut memilik sejumlah fasilitas gratis, antara lain perpustakaan, pusat kebugaran (gym), studio musik, lapangan bulu tangkis, serta lapangan voli. Seluruh fasilitas ini diharapkan dapat membuat siswa lebih semangat belajar.
Sebanyak 100 siswa yang diterima di SRMA 10 Margaguna terdiri dari 56 laki-laki dan 44 perempuan. Sekolah ini juga dilengkapi dengan fasilitas asrama, yang diisi maksimal empat orang per kamar.
Rentang usia para siswa, yaitu 15-21 tahun dan kebanyakan dari mereka putus sekolah dengan beragam alasan.
Baca juga: Pemerintah sisir jalanan di Jakarta cari calon siswa Sekolah Rakyat
Baca juga: 77 anak telantar di Jakarta lanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·