PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi memastikan pihaknya akan terus mengawasi pelaksanaan kebijakan bahan bakar minyak (BBM) hasil rapat Forkopimda bersama Pertamina dan pengelola SPBU agar antrean panjang tidak kembali terjadi.
“Alhamdulillah, hasil rapat sudah dilaksanakan dan terbukti antrean panjang di SPBU mulai berkurang dibanding beberapa waktu lalu,” kata Subandi, Selasa (12/5/2026).
Dia menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa pihak Pertamina dan pengelola SPBU mulai menjalankan komitmen yang disepakati dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu.
“Kami menyampaikan terima kasih karena keputusan rapat sudah dijalankan dan ada perubahan nyata di lapangan,” ujarnya.
Subandi menegaskan salah satu poin penting yang akan terus dipantau adalah pemenuhan kuota Pertamax sebesar 205 kiloliter (KL) per hari untuk Kota Palangka Raya.
“Kuota 205 KL itu harus berlaku seterusnya, tidak hanya saat ini saja. Itu harus konsisten,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga meminta pengoperasian seluruh dispenser BBM di SPBU dimaksimalkan agar pelayanan kepada masyarakat lebih cepat dan antrean tidak kembali memanjang.

“Kita ingin semua dispenser digunakan, jangan hanya sebagian, supaya pelayanan maksimal,” katanya.
Sementara untuk kebijakan tujuh SPBU buka 24 jam, menurut Subandi, hal tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi oleh pemerintah kota bersama Pertamina sesuai kondisi di lapangan. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi memastikan pihaknya akan terus mengawasi pelaksanaan kebijakan bahan bakar minyak (BBM) hasil rapat Forkopimda bersama Pertamina dan pengelola SPBU agar antrean panjang tidak kembali terjadi.
“Alhamdulillah, hasil rapat sudah dilaksanakan dan terbukti antrean panjang di SPBU mulai berkurang dibanding beberapa waktu lalu,” kata Subandi, Selasa (12/5/2026).
Dia menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa pihak Pertamina dan pengelola SPBU mulai menjalankan komitmen yang disepakati dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu.

“Kami menyampaikan terima kasih karena keputusan rapat sudah dijalankan dan ada perubahan nyata di lapangan,” ujarnya.
Subandi menegaskan salah satu poin penting yang akan terus dipantau adalah pemenuhan kuota Pertamax sebesar 205 kiloliter (KL) per hari untuk Kota Palangka Raya.
“Kuota 205 KL itu harus berlaku seterusnya, tidak hanya saat ini saja. Itu harus konsisten,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga meminta pengoperasian seluruh dispenser BBM di SPBU dimaksimalkan agar pelayanan kepada masyarakat lebih cepat dan antrean tidak kembali memanjang.
“Kita ingin semua dispenser digunakan, jangan hanya sebagian, supaya pelayanan maksimal,” katanya.
Sementara untuk kebijakan tujuh SPBU buka 24 jam, menurut Subandi, hal tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi oleh pemerintah kota bersama Pertamina sesuai kondisi di lapangan. (adr)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·