Drone Iran Hantam Pelabuhan Fujairah UEA, 3 WN India Luka

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sisa-sisa pendorong roket setelah Iran meluncurkan drone dan rudal ke arah Israel, dekat Arad, Israel, Minggu (14/4/2024) Foto: CHRISTOPHE VAN DER PERRE/REUTERS

Iran menyerang Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA) menggunakan drone pada Senin (4/5). Akibat serangan tersebut, tiga warga negara India mengalami luka.

Pelabuhan Fujairah merupakan salah satu fasilitas ekspor minyak strategis di kawasan Teluk.

Dikutip dari CNN, Selasa (5/5), Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan udaranya mencegat sejumlah rudal dan drone yang diluncurkan Iran.

Kementerian menyebut, pihaknya mencegat 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 pesawat nirawak (UAV).

"Pertahanan udara UEA berhasil mencegat 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 UAV yang diluncurkan dari Iran, mengakibatkan 3 orang terluka ringan," kata Kemhan UEA.

Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERS

Diduga Terkait Eskalasi Konflik Regional

Menurut laporan Reuters dan CNN, serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, termasuk konflik di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Beberapa analis menilai, serangan terhadap fasilitas energi seperti Fujairah dapat dimaksudkan sebagai tekanan strategis terhadap jalur distribusi energi global, meski belum ada pernyataan resmi dari Iran terkait motif spesifik serangan ini.

Selain itu, dalam beberapa waktu terakhir, terjadi saling serang antara Iran dan pihak lain di kawasan, termasuk insiden militer di perairan Teluk.

Negara Teluk Nyatakan Solidaritas

Pemerintah Qatar menyatakan dukungan kepada UEA dengan menegaskan "solidaritas penuh" terhadap langkah-langkah menjaga keamanan dan kedaulatan negara tersebut.

Arab Saudi juga menyampaikan sikap serupa, sekaligus mengutuk penargetan terhadap fasilitas sipil dan ekonomi di UEA.

Sejumlah laporan menyebut, sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel digunakan untuk membantu mencegat proyektil Iran di wilayah udara UEA, meski belum ada konfirmasi resmi dari otoritas terkait.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berbicara dalam Forum Al Jazeera ke-17 di Doha saat membahas isu geopolitik kawasan dan konflik Timur Tengah (7/2/2026). Foto: Karim Jaafar/AFP

Iran Peringatkan AS dan UEA

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat dan UEA agar tidak terlibat lebih jauh dalam konflik.

"Tidak ada solusi militer untuk krisis politik," kata Araghchi.

Ia menyebut situasi di Selat Hormuz menunjukkan pendekatan militer tidak akan menyelesaikan konflik.

Araghchi juga memperingatkan agar AS dan UEA tidak terseret ke dalam konflik yang lebih luas.