ARTICLE AD BOX
Dua kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (12/4/2026) waktu setempat. Langkah ini diambil sebagai persiapan dimulainya operasi pembersihan ranjau laut, demikian pernyataan Komando Pusat AS (Centcom) dilansir dari Bloombergtechnoz.
Kapal-kapal perusak tersebut, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, berlayar melalui Selat Hormuz dan melanjutkan operasi di wilayah Teluk Arab. Centcom menambahkan bahwa lebih banyak personel militer AS, termasuk drone bawah air, akan bergabung dalam upaya pembersihan ranjau ini dalam beberapa hari mendatang.
“Hari ini, kami memulai proses pembentukan jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong kelancaran perdagangan,” kata Komandan Centcom Laksamana Brad Cooper.
Sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu, Iran telah secara sepihak mengklaim kendali atas Selat Hormuz. Jalur maritim vital ini biasanya menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global, dan klaim tersebut secara efektif menghentikan sebagian besar lalu lintas komersial.
Teheran sebelumnya telah melancarkan serangan sporadis terhadap kapal-kapal di sekitar Teluk Persia dan diduga memasang ranjau untuk menghalangi pemilik kapal serta awak agar tidak melintasi jalur air yang sempit tersebut.
Operasi pelintasan Selat Hormuz oleh beberapa kapal Angkatan Laut AS pada Sabtu tidak dikoordinasikan dengan Iran, seperti yang sebelumnya dilaporkan oleh Axios, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Kapal-kapal itu disebutkan melintasi selat dari timur ke barat menuju Teluk Persia sebelum kembali ke Laut Arab.
Namun, seorang pejabat intelijen regional memberikan keterangan yang berbeda. Menurutnya, dua kapal perusak US Navy Arleigh Burke yang berupaya melintasi Selat Hormuz pada Sabtu terpaksa berbalik arah setelah menghadapi ancaman dari unit Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Pejabat tersebut, yang meminta anonimitas untuk membahas masalah rahasia, menyebut IRGC juga meluncurkan drone atau UAV ke arah kapal-kapal AS. Insiden itu terjadi sekitar tengah hari waktu Dubai, bertepatan saat delegasi AS dan Iran sedang bernegosiasi di Islamabad.
Pernyataan resmi dari Centcom tidak menyebutkan adanya upaya paksaan dari pihak Iran yang membuat kapal-kapal AS berbalik arah. Berbeda, kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa angkatan bersenjata Iran memantau kapal perusak AS yang bergerak dari Fujairah menuju Selat Hormuz.
Menurut Fars, Iran kemudian menyampaikan peringatan kepada AS melalui perantara Pakistan bahwa kapal tersebut akan menjadi sasaran jika tidak berbalik arah, dan kapal AS itu pun kembali dari selat. Pakistan sendiri berperan sebagai mediator dalam pembicaraan damai antara AS dan Iran di Islamabad, di tengah gencatan senjata dua minggu dalam konflik yang kini memasuki bulan kedua.
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·