Dua Pasien Meninggal Akibat Hantavirus di Brasil

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Otoritas kesehatan Brasil mengonfirmasi dua kasus kematian akibat hantavirus di negara bagian Minas Gerais dan Rio Grande do Sul hingga Senin (11/5/2026). Infeksi ini dilaporkan terjadi di wilayah pedesaan dan dipastikan tidak memiliki kaitan dengan wabah hantavirus yang sebelumnya melanda sebuah kapal pesiar Argentina.

Sekretariat Kesehatan Rio Grande do Sul mengungkapkan bahwa satu korban meninggal dunia berasal dari Paulo Bento, sementara satu kasus kontaminasi lainnya ditemukan di Antônio Prado. Kedua pasien tersebut teridentifikasi tertular di area luar kota setelah terpapar habitat tikus liar.

Di Minas Gerais, seorang pria berusia 46 tahun dari Carmo do Paranaíba meninggal dunia pada hari Minggu (10/5/2026) setelah sempat melakukan kontak dengan hewan pengerat di area pertanian. Meskipun laporan baru dipublikasikan pada bulan Mei, insiden di wilayah Alto Paranaíba tersebut diketahui terjadi sejak Februari lalu.

Selain laporan kematian, Sekretaria Kesehatan Negara Bagian Paraná mencatat dua kasus terkonfirmasi lainnya di Pérola D'Oeste dan Ponta Grossa. Saat ini, pemerintah setempat tengah memantau 11 kasus yang masuk kategori investigasi untuk mencegah penyebaran lebih luas di wilayah perbatasan.

Data Pemerintah Negara Bagian Rio Grande do Sul menunjukkan fluktuasi kasus hantavirus dalam enam tahun terakhir. Berdasarkan catatan resmi, jumlah infeksi tertinggi terjadi pada tahun 2022, sedangkan angka terendah tercatat pada awal pandemi global.

Data Kasus Hantavirus di Rio Grande do SulTahunJumlah Kasus
20258 kasus
20247 kasus
20236 kasus
20229 kasus
20213 kasus
20201 kasus

Kementerian Kesehatan Brasil menjelaskan bahwa penularan utama virus ini terjadi melalui penghirupan partikel dari urin, air liur, atau kotoran tikus liar yang terinfeksi. Gejala awal yang muncul biasanya berupa demam, nyeri otot, dan mual yang dapat berkembang menjadi sindrom kardiopulmoner berat.

Masyarakat yang beraktivitas di gudang, lokasi panen, atau area tertutup di pedesaan diimbau untuk selalu menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan ruangan. Penggunaan disinfektan sangat disarankan guna mematikan virus sebelum partikel debu beterbangan dan terhirup oleh manusia.