Dudung Abdurachman Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Tahun 2026

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pemerintah menargetkan perbaikan besar-besaran terhadap infrastruktur pendidikan di tanah air pada tahun ini. Dilansir dari Detikcom, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyatakan sebanyak 71 ribu sekolah akan menjalani proses revitalisasi sepanjang tahun 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas fasilitas belajar mengajar. Menariknya, sumber pendanaan program ini berasal dari langkah efisiensi anggaran pemerintah serta pemanfaatan dana hasil sitaan dari para koruptor.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dudung saat melakukan kunjungan kerja untuk meninjau hasil revitalisasi di SMP Muhammadiyah 16, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026). Ia menjelaskan bahwa saat ini kesiapan anggaran sudah mencakup ribuan unit sekolah di tahap awal.

"Nanti ke depan sekarang ini tahun 2026 ini sudah 71 ribu sekolah yang akan dibangun. Dan baru 11 ribu sekolah anggarannya ada yang sudah siap, dan yang sisanya berarti nanti akan di-ABT-kan (anggaran belanja tambahan). Dan ini insyaallah mudah-mudahan, dan ini anggaran tuh anggaran dari Bapak Presiden dari efisiensi, kemudian dari sitaan-sitaan orang koruptor-koruptor yang akhirnya bermanfaat untuk anak-anak kelas, anak-anak sekolah kita," ujar Dudung kepada wartawan usai meninjau lokasi.

Selain sekolah umum, fokus perbaikan juga menyasar pada institusi pendidikan agama di bawah naungan kementerian terkait. Tercatat ada ribuan madrasah yang masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun ini.

Dudung merincikan bahwa sebanyak 9.000 madrasah dijadwalkan untuk direvitalisasi pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang mencatatkan perbaikan pada 2.120 madrasah.

"Dan ini untuk madrasah, ini tahun 2025 ini direvitalisasi 2.120 tahun 2025. Dan 2026, 9.000 yang akan direvitalisasi," jelasnya.

Visi utama dari program ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesehatan dan kenyamanan siswa. Presiden Prabowo Subianto menginginkan standar fasilitas pendidikan mencakup ruang kelas yang sejuk hingga ketersediaan sanitasi yang layak.

"Jadi Bapak Presiden Prabowo ingin anak-anak Indonesia ini belajar di ruang kelas yang aman, yang nyaman. Ini ber-AC, coba bayangkan. Tidak ada sekolah lagi yang bocor, kemudian sanitasinya juga saya lihat WC-nya ya, toiletnya juga sangat bagus," katanya.

Terkait pengelolaan dana besar tersebut, pihak KSP memastikan akan ada pengawasan ketat dari berbagai lembaga audit. Hal ini bertujuan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas selama proses pembangunan berlangsung.

"Ya akan ada pengecekan (transparansi dana), kita pun langsung pengecekan juga. Jadi kita audit secara total juga baik dari Muhammadiyah ada, dari kementerian ada, dari BPKP juga ada," katanya.