Duh! Bekas Piring Mie Babi Disimpan di Area Halal, Bikin Pengunjung Geram

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Kehebohan terjadi di sebuah hawker center gegara bekas piring mie babi. Ada pengunjung yang meletakkan bekas makanan nonhalal pada area peralatan makanan halal.

Kebutuhan akan makanan halal kini mulai disadari secara global. Termasuk di negara Singapura yang mulai memisahkan dan memiliki aturan ketat terkait penanganan makanan halal dan non-halal.

Bahkan pada hawker atau pusat kuliner kaki lima biasanya disediakan area pengembalian yang berbeda untuk bekas makanan halal dan non-halal. Tetapi sebuah kelalaian membuat pengunjung hawker geram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Stomp (15/5/2026), area pengembalian nampan khusus makanan halal di pusat jajanan Old Airport Road Food Centre yang ditemukan dipenuhi mangkuk bekas bak chor mee. Bak chor mee sendiri merupakan sajian mie ala Chinese yang dilengkapi daging babi cincang.

Duh! Bekas Piring Mie Babi Disimpan di Area Halal, Bikin Pengunjung GeramSeorang pengunjung pusat kuliner membagikan potret piring bekas mie babi yang disimpan di area pengembalian alat makan halal. Foto: Stomp

Kasus ini disorot setelah pria bernama Abdul Latiff membagikan foto-foto kondisi lokasi tersebut. Dalam gambar yang diambil pada 13 April lalu, terlihat mangkuk, sendok, dan peralatan makan bekas bak chor mee diletakkan di rak pengembalian untuk peralatan halal.

"Ini selalu dilakukan oleh salah seorang yang kerap meletakkan makanan non-halal mengandung babi pada area pengembalian halal," ujarnya.

Bahkan Adul Latiff sendiri mengaku sempat menegur orang tersebut. Ia memperingatkan untuk menghargai pengunjung hawker Muslim dengan menjaga aturan halal dan nonhalal tanpa mengganggu satu sama lain.

"Saat aku pergi untuk menegurnya, ia tak terima dan mengatakan, 'Aku bisa meletakkan bekas makananku di mana saja aku mau'," lanjut Abdul Latiff menjelaskan situasi.

Duh! Bekas Piring Mie Babi Disimpan di Area Halal, Bikin Pengunjung GeramSaat mencoba menegur pelakunya, pengunjung tersebut mengatakan pelakunya justru tak terima. Foto: Stomp

Di Singapura, mengembalikan peralatan makan ketika makan di pusat kuliner adalah hal wajib. Seluruh pengunjung wajib menjaga kebersihan meja dengan memindahkan sendiri peralatan bekas makan dan membersihkan sisa makanan yang tercecer di atas meja setelah makan.

Kini Singapura yang mulai banyak dikunjungi turis Muslim juga mulai menerapkan aturan pembedaan untuk makanan halal dan nonhalal. Termasuk kebijakan untuk memisahkan antara bekas makanan halal dan nonhalal yang seharusnya dipatuhi seluruh pengunjung tempat makan.

"Tolong bantu informasikan kepada seluruh warga negara dan pengunjung hawker untuk saling menghargai dan mengerti. Terima kasih," tutup Abdul Latiff.

Merujuk pada aturan halal dalam Islam, penggunaan bahan makanan non-halal bukan satu-satunya hal yang dapat merusak kehalalan makanan.

Tetapi kontaminasi silang dari peralatan makanan yang menyentuh bahan makanan halal juga dapat merusak kehalalan sebuah hidangan makanan.


(dfl/dfl)