Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi makanan siap saji tanpa api dalam rangka mendukung layanan pangan jamaah haji Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan teknologi makanan ini dikembangkan di BRIN dalam berbagai bentuk, seperti makanan kaleng, pengemasan fleksibel, hingga pemanas tanpa api, yang saat ini menjadi fokus pengembangan BRIN.
"Ini memang teknologi yang sudah berkembang di perusahaan riset kita, yaitu teknologi pengemasan makanan. Mulai dari makanan dalam kaleng, pengemasan fleksibel termasuk untuk daging berkuah, hingga teknologi pemanas tanpa api. Teknologi terakhir inilah yang ke depan akan terus kita kembangkan," kata Arif Satria.
Arif menyebutkan teknologi yang dikembangkan menggunakan bahan seperti zeolit, kapur, dan sebagainya ini dapat memanaskan makanan hanya dengan menambahkan air dingin dan tidak perlu pemanas air.
Baca juga: Inovasi pangan praktis untuk menjawab tantangan layanan haji
"Teknologi ini aman, sudah melalui uji keamanan pangan, jadi makanan dapat dipanaskan tanpa api. Ini akan sangat membantu, misalnya saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, dimana kita bisa mendapatkan sajian makanan dengan cepat, tetapi tetap enak," ujarnya.
Kepala BRIN juga menuturkan ia telah mencicipi makanan siap saji dengan teknologi ini. Menurutnya, makanan yang disajikan cukup panas untuk dinikmati.
"Teknologi ini akan terus kita kembangkan. Basis utama kita adalah food safety (keamanan pangan) dan ketahanan pangan. Dengan memastikan tidak mengandung zat berbahaya, serta didukung teknologi lainnya," kata Arif Satria.
Sementara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi dukungan teknologi pangan yang dikembangkan BRIN, terutama dalam pengemasan makanan agar lebih tahan lama sebelum masuk ke tahap distribusi dan perdagangan.
Baca juga: BRIN fokus riset pangan, bencana, dan teknologi strategis pada 2026
Dengan dukungan inovasi teknologi pangan dari BRIN, kata dia, diharapkan layanan konsumsi jamaah haji Indonesia ke depan semakin efisien, aman, dan berkualitas.
Zulhas, sapaan akrabnya, menekankan makanan yang dikirimkan tersebut diperuntukkan khusus bagi jamaah haji Indonesia dan bukan untuk diedarkan di Arab Saudi.
Ia juga memastikan ketersediaan pangan bagi jamaah haji Indonesia dalam kondisi aman, meskipun di tengah dinamika geopolitik global.
"Terkait konsumsi jamaah haji, kondisinya aman. Walaupun ada isu geopolitik, jamaah tidak perlu khawatir soal makanan. Makanan tersedia di setiap waktu saji, Insya Allah cukup lengkap dan tidak kurang apapun. Pangan aman untuk jamaah haji Indonesia," ucap Menko Zulkifli Hasan.
Baca juga: BRIN kembangkan adonan "sourdough" berbasis beras lokal Gunungkidul
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·