Eddy Soeparno Tekankan Pentingnya Resiliensi Pemuda Hadapi Disrupsi Global

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno memberikan orasi ilmiah mengenai posisi strategis Indonesia dalam menghadapi disrupsi global di hadapan ribuan wisudawan Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, pada Kamis (23/4/2026). Dilansir dari Detikcom, paparan tersebut disampaikan dalam rangkaian agenda Wisuda dan Dies Natalis ke-63 universitas tersebut.

Situasi dunia saat ini disebut tengah mengalami perubahan besar secara simultan yang mencakup sektor teknologi, kesehatan, geopolitik, hingga lingkungan hidup. Eddy menjelaskan bahwa tantangan masa kini dipicu oleh konflik geopolitik, krisis energi, serta ancaman nyata dari krisis iklim global.

"Perlu ditegaskan bahwa disrupsi yang terjadi saat ini memiliki karakter yang jauh lebih cepat, luas, dan berdampak simultan di berbagai sektor," ujar Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.

Kondisi ketegangan internasional di berbagai belahan dunia dianggap menjadi faktor utama yang mengganggu stabilitas distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini berdampak langsung pada fluktuasi harga komoditas penting di pasar domestik maupun mancanegara.

"Perang di Timur Tengah dan ketegangan global telah mengganggu rantai pasok energi dan industri. Dampaknya terasa langsung pada kenaikan harga berbagai komoditas, termasuk energi, pangan, hingga transportasi," kata Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.

Politisi PAN ini kemudian menekankan urgensi penguatan ketahanan energi nasional melalui percepatan transisi ke energi bersih. Menurutnya, ketergantungan pada energi fosil harus mulai dikurangi dengan mengembangkan berbagai alternatif energi baru yang lebih berkelanjutan secara jangka panjang.

"Produksi migas nasional perlu ditingkatkan, tetapi di saat yang sama, transisi energi harus dipercepat. Elektrifikasi, bioenergi, serta pengembangan energi baru seperti hidrogen dan nuklir menjadi bagian dari solusi jangka panjang," tegas Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.

Pergeseran industri menuju sektor hijau diprediksi akan mengubah peta lapangan kerja secara signifikan bagi generasi muda. Eddy berpendapat bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk menyesuaikan kompetensi lulusannya dengan kebutuhan industri masa depan.

"Reskilling dan upskilling menjadi keharusan. Dunia pendidikan harus terhubung erat dengan kebutuhan industri melalui konsep link and match," jelas Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.

Pada bagian akhir orasinya, Eddy mendorong para lulusan baru untuk tetap optimis dan adaptif terhadap ketidakpastian global yang terus berkembang. Ia berharap para wisudawan mampu berkontribusi nyata bagi negara di tengah perubahan zaman.

"Para pemenang adalah mereka yang mampu beradaptasi cepat, jeli melihat peluang, dan tetap berprestasi di tengah ketidakpastian. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia dan berkontribusi di bidang masing-masing," tutup Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, serta Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Ir. Sadali.