Ekonomi China Tumbuh 5 Persen pada Kuartal I&2026 Didorong Ekspor

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Produk domestik bruto (PDB) China mencatatkan pertumbuhan sebesar 5 persen secara tahunan pada kuartal I-2026 hingga bulan Maret, didorong oleh performa sektor manufaktur dan ekspor yang melampaui proyeksi awal para ekonom.

Pencapaian tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,5 persen pada kuartal sebelumnya dan melampaui perkiraan jajak pendapat Reuters sebesar 4,8 persen, sebagaimana dilansir dari Money berdasarkan data Biro Statistik Nasional China pada Kamis (16/4/2026).

Sektor industri menjadi mesin penggerak utama dengan kenaikan produksi sebesar 6,1 persen sepanjang kuartal pertama, sementara pemerintah menetapkan target pertumbuhan tahunan di kisaran 4,5 persen hingga 5 persen.

Meski pertumbuhan makro menguat, sektor properti masih berada di bawah tekanan besar dengan penurunan nilai investasi mencapai 11,2 persen hingga Maret, lebih dalam dari periode yang sama tahun lalu.

Konsumsi domestik juga belum pulih sepenuhnya, terlihat dari penjualan ritel Maret yang hanya tumbuh 1,7 persen, berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,3 persen akibat sikap hati-hati konsumen.

Ekspor China sempat melonjak 14,7 persen dalam denominasi dollar AS selama kuartal I-2026, namun laju ini mulai melambat menjadi 2,5 persen pada bulan Maret akibat eskalasi konflik Iran.

Ketegangan di Timur Tengah tersebut memicu kenaikan biaya energi dan logistik bagi China sebagai importir minyak terbesar dunia, yang berdampak pada meningkatnya harga di tingkat pabrik untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

"Guncangan pasokan dapat berujung pada melemahnya permintaan agregat global," kata Robin Xing, Ekonom Morgan Stanley.

Kinerja manufaktur China tetap menjadi penopang ekonomi saat permintaan domestik masih rendah, meskipun pertumbuhan ekspor menghadapi tantangan dari guncangan harga energi global ke depan.