Ekonomi Israel Merosot 3,3 Persen Akibat Konflik Senjata dengan Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Perekonomian Israel mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama tahun ini. Kondisi tersebut dipicu oleh ketegangan militer dengan Iran yang menghentikan aktivitas bisnis terkait keamanan selama lebih dari satu bulan.

Produk domestik bruto (PDB) negara tersebut terkontraksi sebesar 3,3 persen secara tahunan setelah disesuaikan dengan faktor musiman. Data performa ekonomi ini dirilis oleh biro statistik Israel pada Minggu.

Dikutip dari Bloombergtechnoz, kemerosotan ini tercatat lebih dalam dari proyeksi awal. Survei Bloomberg terhadap tujuh ekonom sebelumnya memperkirakan kontraksi hanya sebesar 2 persen, sementara Kementerian Keuangan Israel memprediksi penurunan tahunan mencapai 9,5 persen.

Laporan ini menjadi data pertumbuhan pertama yang memperlihatkan dampak nyata dari konflik bersenjata. Ketegangan tersebut pecah pada akhir Februari saat Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan ke Iran.

Sebagai bentuk balasan, Republik Islam Iran meluncurkan ratusan misil dan drone ke wilayah Israel. Pada saat yang sama, kelompok Hezbollah yang berbasis di Lebanon turut menyerang area utara Israel.

Rentetan peristiwa tersebut memaksa otoritas Israel membatasi aktivitas berkumpul masyarakat selama enam minggu pertempuran. Pembatasan ini baru mereda setelah gencatan senjata antara AS dan Iran tercapai pada awal April.

Konflik ini juga menyebabkan lebih dari 100.000 warga dipanggil untuk memperkuat pasukan cadangan militer. Selain itu, fasilitas pendidikan dan sekolah di seluruh negeri terpaksa ditutup selama satu bulan penuh.

Biro Pusat Statistik Israel menyatakan bahwa perang dengan Iran melemahkan sektor konsumsi swasta sebesar 4,7 persen dan konsumsi publik sebesar 4,8 persen. PDB sektor bisnis juga menyusut 3,1 persen, sementara PDB per kapita turun 4,5 persen.

Meski demikian, penurunan ekonomi pada kuartal ini masih lebih ringan dibandingkan dampak perang 12 hari pada Juni 2025. Kala itu, banyak operasional bisnis berhenti total dan menyebabkan PDB anjlok hingga 4,3 persen.

Pada konflik tahun lalu, serangan balasan dari Iran berlangsung lebih intensif tanpa melibatkan negara lain sebagai target misil balistik. Jumlah proyektil yang ditembakkan dalam perang dua minggu saat itu setara dengan volume perang enam minggu baru-baru ini.

Eskalasi kuartal pertama ini memicu revisi target pertumbuhan ekonomi tahunan oleh Bank Sentral Israel dan Kementerian Keuangan menjadi 3,8 persen. Proyeksi ini diturunkan dari perkiraan awal yang masing-masing sebesar 5,2 persen dan 4,8 persen.

Pencapaian target baru tersebut kini sangat bergantung pada pemulihan aktivitas di sisa tahun. Situasi ini membutuhkan keberlanjutan gencatan senjata di wilayah Iran, Lebanon, dan Gaza.

Konflik yang terjadi secara terus-menerus telah memberikan dampak kumulatif yang besar bagi Israel. Negara tersebut kehilangan 8,6 persen dari PDB tahunan selama dua tahun hingga 2025, terutama akibat perang di Gaza yang bermula sejak Oktober 2023.