FAA Pangkas Target Jumlah Pengontrol Lalu Lintas Udara Bersertifikat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) memangkas target jumlah pengontrol lalu lintas udara bersertifikat menjadi 12.563 orang dari target sebelumnya sebanyak 14.633 orang, seperti dilansir dari Detik Finance pada Minggu (17/5/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul tingginya beban kerja serta lonjakan biaya lembur pegawai dalam beberapa tahun terakhir.

"Penerapan model kepegawaian modern dan alat penjadwalan akan meningkatkan efisiensi kepegawaian pengontrol lalu lintas udara dan mengurangi kebutuhan lembur yang berlebihan," tulis FAA dalam keterangannya dikutip dari Reuters.

Berdasarkan laporan National Academies of Sciences tahun lalu, alokasi tenaga kerja yang salah dan penjadwalan yang tidak efisien memicu pembengkakan biaya lembur hingga lebih dari 300 persen sejak 2013 menjadi di atas US$ 200 juta. Langkah modernisasi sistem penjadwalan kini ditempuh FAA untuk merespons kondisi tersebut.

Catatan internal FAA per April 2026 menunjukkan terdapat sekitar 11 ribu pengontrol lalu lintas udara bersertifikat yang bertugas di lebih dari 300 fasilitas. Di samping itu, sebanyak 4 ribu personel lain tercatat masih menjalani proses pelatihan.

Sebanyak 1.000 orang dari total personel yang dilatih merupakan pengontrol bersertifikat penuh yang sedang beralih ke fasilitas pengendalian baru. Sementara itu, akumulasi jam lembur pekerja FAA pada tahun 2024 mencapai 2,2 juta jam dengan biaya US$ 200 juta, yang menandakan kenaikan rata-rata lembur tahunan sebesar 126 jam per orang sejak 2013 menjadi 167 jam.