Empat atlet speed putra lolos ke putaran final seri Wujiang 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak empat atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia, yakni Raharjati Nursamsa, Kiromal Katibin, Aditya Tri Syahria, dan Veddriq Leonardo, berhasil menembus putaran final World Climbing Series Wujiang 2026, di China, pada Minggu.

Pada babak kualifikasi untuk nomor speed individual yang diikuti total 58 atlet dari mancanegara itu, keempat atlet Tanah Air tersebut berhasil menembus 16 besar guna melaju ke babak berikutnya.

Sementara satu atlet lainnya, yaitu Antasyafi Robby Al Hilmi belum berhasil melanjutkan perjuangannya.

Dalam kualifikasi, Raharjati, Kiromal, Aditya, dan Veddriq, masing-masing menempati peringkat kedelapan hingga ke-11.

Raharjati memiliki catatan waktu terbaik dari dua kali kesempatan, yakni 4,84 detik. Kiromal 4,87 detik, kemudian Aditya 4,88 detik, serta Veddriq yang juga 4,88 detik.

Sedangkan Robby menempati posisi ke-19 dengan torehan waktu terbaik 4,97 detik.

Baca juga: Langkah Srondeng terhenti di semifinal World Climbing Series Wujiang

Setelah babak kualifikasi, keempat atlet andalan itu kembali berlomba dalam putaran final, pada Minggu, pukul 20.00 waktu setempat.

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim sebanyak 13 atlet untuk mengikuti World Climbing Series Wujiang, yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC), di China, pada 8-10 Mei.

Indonesia menurunkan lima atlet putra dan empat putri untuk berlaga di nomor speed. Sedangkan nomor lead akan mengandalkan masing-masing dua atlet putra maupun putri.

Sembilan atlet yang berlaga di nomor speed yakni Veddrriq Leonardo, Kiromal Katibin, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Raharjati Nursamsa untuk sektor putra. Sedangkan putri diwakili oleh Desak Made Rita, Kadek Adi Asih, Rajiah Salsabillah, dan Berthdigna Devi.

Baca juga: PP FPTI kirim 13 atlet untuk ikuti World Climbing Series Wujiang

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.