Empat Jemaah Haji Asal Pasuruan Meninggal Dunia Selama Prosesi Ibadah

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Sebanyak empat jemaah haji asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia di lokasi berbeda selama rangkaian ibadah haji tahun ini hingga Kamis (14/5/2026). Dilansir dari Cahaya, para jemaah tersebut mengembuskan napas terakhir di Madinah, Mekkah, serta di tanah air setelah menjalani perawatan medis akibat penurunan kondisi fisik.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasuruan, Ahmad Marzuki memberikan konfirmasi resmi terkait jumlah anggota rombongan yang wafat dalam pelaksanaan haji tersebut.

"Hingga hari ini, sudah 4 jemaah haji yang meninggal dunia. Dan semua sudah kami lakukan pendampingan terhadap jasadnya," terang Marzuki, Kamis (14/5/2026).

Data dari instansi terkait merinci identitas jemaah yang meninggal dunia, yakni Kamariah dari Kloter 8 yang wafat di Madinah pada 26 April 2026, serta Abdul Wahid dari Kloter 7 yang meninggal di Mekkah pada 7 Mei 2026. Selanjutnya, Jumaiyah dari Kloter 6 dilaporkan wafat di Mekkah pada 13 Mei 2026, sementara Abdul Kohar dari Kloter 6 meninggal di Pasuruan setelah sempat dirawat di RS Haji Sukolilo.

Ahmad Marzuki menjelaskan bahwa Abdul Kohar sempat dipulangkan untuk menjalani rawat jalan sebelum akhirnya kondisi kesehatannya kembali memburuk.

"Kondisinya menurun hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit Pasuruan setelah sempat dipulangkan untuk rawat jalan," jelasnya.

Situasi di Tanah Suci saat ini menuntut kewaspadaan tinggi karena suhu udara pada siang hari mencapai 44 derajat celsius dan sekitar 30 derajat celsius pada malam hari. Ahmad Marzuki yang juga menjabat sebagai Ketua Kloter 10 menekankan pentingnya perlindungan diri bagi jemaah yang tengah beribadah.

"Kami berharap seluruh jemaah tetap menjaga diri dan kesehatan, memakai alat pelindung diri (APD), serta selalu membawa kartu Nusuk," tandasnya.

Selain laporan duka, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa 379 jemaah asal Kota Pasuruan yang tergabung dalam Kloter 10 saat ini dalam keadaan stabil dan sehat untuk melanjutkan ibadah. Doa dipanjatkan bagi para jemaah yang telah berpulang agar mendapatkan tempat terbaik.

"Bagi jemaah yang telah wafat, semoga husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," pungkasnya.