Empat kebiasaan pagi yang dapat bantu turunkan risiko demensia

Sedang Trending 36 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) -

Penelitian terbaru menunjukkan risiko demensia tidak hanya dipengaruhi faktor usia, genetik, atau riwayat keluarga, tetapi juga kebiasaan sederhana yang dilakukan pada pagi hari.

Melansir dari laman Eating Well pada Rabu (20/5), sejumlah ahli kesehatan otak menyebut rutinitas sebelum pukul 10 pagi dapat membantu menjaga kualitas tidur, hidrasi, aliran darah, suasana hati, hingga fokus yang berkaitan dengan kesehatan kognitif jangka panjang.

Berikut empat kebiasaan pagi yang direkomendasikan para ahli untuk membantu menurunkan risiko demensia:

  1. Mendapatkan paparan cahaya matahari pagi

Ahli saraf bersertifikat Dr. Jon Stewart Hao Dy mengatakan cahaya matahari pagi membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang berperan dalam siklus tidur dan bangun.

Baca juga: Pola makan yang bisa bantu turunkan risiko demensia menurut studi

Menurut dia, paparan cahaya alami pada pagi hari membantu tubuh lebih waspada di siang hari dan lebih mudah beristirahat saat malam. Tidur yang berkualitas diketahui penting untuk proses memori, pembelajaran, dan pembersihan limbah metabolik di otak.

Dy menyarankan orang menghabiskan waktu sekitar 10 hingga 20 menit di luar ruangan setelah bangun tidur, misalnya sambil minum kopi atau berjalan santai.

  1. Minum segelas air putih setelah bangun tidur

Neuropsikolog klinis Wilfred G. van Gorp menjelaskan otak manusia terdiri dari sekitar 75 persen air sehingga dehidrasi dapat memengaruhi kecepatan berpikir dan daya ingat kerja.

Ia mengutip studi kohort 2025 yang menemukan asupan cairan rendah berkaitan dengan peningkatan penumpukan amyloid-beta di otak, salah satu ciri penyakit Alzheimer.

Minum air putih pada pagi hari dinilai membantu menjaga hidrasi, mendukung aliran darah, serta membantu konsentrasi dan fungsi memori sepanjang hari.

Baca juga: Duduk yang melibatkan aktivitas pikiran berpotensi kurangi demensia

  1. Menghindari terlalu lama duduk dan menatap layar

Para ahli menyarankan agar orang tidak langsung menghabiskan pagi dengan duduk di dalam ruangan sambil menatap layar ponsel atau komputer dalam cahaya redup.

Van Gorp mengatakan aktivitas fisik membantu produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), protein yang berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan sel saraf. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki lima hingga 10 menit, peregangan, atau melakukan pekerjaan rumah dapat membantu meningkatkan energi, aliran darah, dan kejernihan mental.

  1. Merencanakan tiga hal menyenangkan dalam sehari

Anggota Medical, Scientific & Memory Screening Advisory Board Alzheimer’s Foundation of America Dr. Allison B. Reiss menyarankan orang memulai hari dengan merencanakan tiga hal yang dapat membawa rasa senang atau puas.

Menurut dia, emosi positif berkaitan dengan kesehatan otak dan dapat membantu menurunkan stres yang selama ini dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif. Kegiatan tersebut juga membuat otak tetap aktif karena melibatkan proses pengambilan keputusan, memori, dan pola pikir fleksibel.

Selain empat kebiasaan tersebut, para ahli juga menyarankan pola makan sehat, tidur cukup, serta tetap aktif secara sosial dan mental untuk membantu menjaga kesehatan otak.

Baca juga: Studi: Produk susu tinggi lemak terkait risiko demensia lebih rendah

Baca juga: Ahli temukan risiko demensia dapat dimulai sejak masa kanak-kanak

Baca juga: Studi: Orang yang mampu bicara banyak bahasa bisa menua lebih lambat

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.