Penyerang muda Endrick Felipe resmi masuk dalam daftar 26 pemain Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026 pada Selasa, 19 Mei 2026, setelah menyelesaikan masa peminjaman enam bulan di klub Prancis, Olympique Lyon.
Langkah peminjaman dari Real Madrid sejak Januari tersebut membantu striker berusia 19 tahun itu mengembalikan ketajaman bermain dengan mengemas total delapan gol dan delapan assist dari 21 penampilan di seluruh kompetisi bersama Lyon.
Kontribusi impresif Endrick sukses membawa Lyon finis di peringkat keempat Ligue 1 serta mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions musim depan, meskipun klub sempat kalah 4-0 dari Lens pada laga terakhirnya.
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memanggil Endrick bersama rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Jr, sementara bek Eder Militao dipastikan absen akibat pemulihan operasi cedera hingga Oktober mendatang.
Dilansir dari Investortrust via babelinsight.id, Lyon menyepakati biaya peminjaman awal sebesar 1 juta euro kepada Real Madrid, yang dapat menyusut 200 ribu euro setiap sang pemain tampil lima kali sebagai starter.
Performa tajam Endrick langsung terlihat sejak awal kedatangannya di Prancis dengan mencetak empat gol dan satu assist dari tiga laga perdana di Ligue 1, termasuk torehan hattrick saat mengalahkan Metz 5-2.
Penyerang kelahiran 2006 tersebut mengaku sangat menikmati atmosfer kompetisi sepak bola Prancis yang dinilainya sangat mengandalkan ketahanan fisik.
"I feel playing in this league is amazing. Ligue 1 is very strong physically, full of duels and aggressiveness, and I enjoy that challenge," kata Endrick, Penyerang Olympique Lyon.
Kepindahan sementara ke Lyon diakui Endrick sebagai langkah tepat untuk mematangkan kemampuannya setelah sempat kesulitan mendapat menit bermain reguler di Real Madrid akibat faktor cedera dan strategi taktik.
"Coming to Lyon was not a wrong decision. My life has never been easy, but I have always tried to stay strong thanks to the support of the people around me. This is just the beginning of my journey," tutur Endrick, Penyerang Olympique Lyon.
Pemain bernomor punggung akhir di Lyon itu juga menyatakan rasa nyamannya beradaptasi di Prancis berkat saran-saran positif yang ia terima sebelum memutuskan pindah klub.
"Many people said Lyon is a big club and I should try playing here. After I lived it, they were right. This team is very good," kata Endrick, Penyerang Olympique Lyon.
Setelah melakoni laga terakhir kontra Lens, Endrick mengunggah pesan perpisahan video melalui media sosial yang mengibaratkan dinamika karier sepak bolanya seperti maskot klub singa Lyon.
"Lyon is an amazing place. I feel lucky and very comfortable being here," kata Endrick, Penyerang Olympique Lyon.
Melalui pidato video emosional tersebut, ia merefleksikan transformasi emosionalnya dari masa-masa penuh tekanan di Spanyol menjadi periode yang menyenangkan selama merumput di Prancis.
"In Brazil, when someone is going through a difficult time, it is often said that they have to 'kill a lion every day'. For a few months, I experienced situations that no athlete should ever face, but I decided that I would not kill a single lion. I decided to become that lion myself. And this is where I found what I needed to regain my strength. To follow my instincts. To attack like a lion. To defend my family, who supported me, and those who welcomed me so warmly," kata Endrick, Penyerang Olympique Lyon.
Waktu kembalinya Endrick ke Spanyol dipastikan berjalan di bawah arahan Jose Mourinho yang dikabarkan akan kembali menduduki kursi kepelatihan Real Madrid musim depan.
"Months of anxiety have turned into months of joy, victories, but also learning. I have made new friends. I got closer to people I already knew, and I realized that our place is wherever we are, with the people we love, and with the people who love us. That's why the time I spent with them and with you will definitely make a great movie," lanjut Endrick, Penyerang Olympique Lyon.
Meski mencintai klub berjuluk Les Gones tersebut, ikatan kontrak profesional mengharuskan pemuda Brasil ini kembali ke Real Madrid untuk bersaing dengan nama-nama seperti Vinicius Jr dan Kylian Mbappe.
"Unfortunately... a lion cannot stay in one place," tambah Endrick, Penyerang Olympique Lyon.
Endrick menutup pesan perpisahannya dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen kota Lyon yang telah memberikan banyak kenangan berharga dalam hidupnya.
"I have to leave now and start the journey home which will be much longer because I leave with much more weight than when I arrived. And even when this journey ends, I will carry this city inside me, for the rest of my life, in my heart and memories. Every time I see my son's smile, which God has given to our family here. Thank you for everything, Lyon, you will always be in my heart," kata Endrick, Penyerang Olympique Lyon.
Manajemen klub Olympique Lyon melalui kepala perekrutan Matthieu Louis-Jean menyatakan kekagumannya terhadap adaptasi cepat sang pemain yang bahkan sudah bisa berbicara bahasa Prancis.
"This is a very good loan for Endrick; he had a great time here," kata Matthieu Louis-Jean, kepala perekrutan Lyon melalui RMC Sport.
Pihak manajemen Lyon secara resmi melepas sang penyerang dan memberikan ucapan selamat serta doa kesuksesan untuk penampilannya bersama Selecao di turnamen dunia mendatang.
"He was surprising, incredible in the way he adapted. He already speaks French, which is amazing. He's a good kid. He contributed a lot in a very short space of time. He gave us what we expected from him. He's a young player who will develop, and I hope he goes to the World Cup and has a great World Cup," lanjut Matthieu Louis-Jean, kepala perekrutan Lyon melalui RMC Sport.
Akun media sosial resmi Lyon juga turut merayakan keberhasilan striker muda ini setelah namanya resmi diumumkan masuk dalam daftar pemain yang dibawa oleh Carlo Ancelotti.
"Your goal has been achieved, 'garoto'! Endrick has been called up to the Brazilian National Team for the 2026 World Cup. Good luck, Endrick," tulis Lyon, Klub Olympique Lyon.
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·