ESDM Minta Weda Bay Nickel Optimalkan Produksi Jelang Kuota Habis

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginstruksikan PT Weda Bay Nickel (WBN) untuk memaksimalkan rencana produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang telah disetujui pada Rabu (6/5/2026). Langkah ini diambil pemerintah pusat meskipun kuota produksi perusahaan tambang tersebut diprediksi akan segera habis dalam waktu dekat.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini terus mendorong perusahaan tambang untuk melakukan optimalisasi terhadap kuota yang tersedia. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan pasar agar tidak terjadi kelebihan pasokan atau oversupply pada komoditas minerba nasional.

"Sebetulnya kita upayakan supaya optimalisasi dengan produksi yang sudah ada supaya tidak over. Nah, jadi coba dioptimalkan dulu kira-kira gitulah," kata Tri Winarno, Dirjen Minerba Kementerian ESDM.

Penegasan mengenai mekanisme administratif juga disampaikan oleh Sekretariat Ditjen Minerba yang menyebutkan bahwa peluang untuk mengajukan perubahan rencana kerja masih terbuka bagi para pelaku usaha. Perusahaan pertambangan dapat memanfaatkan jendela waktu resmi untuk mengusulkan revisi dokumen operasional mereka kepada pemerintah.

"Ada, kita memberikan waktu buat revisi itu waktunya. Secara aturan, di Kepmen ESDM itu ada diberikan kesempatan untuk perusahaan untuk melakukan revisi RKAB ada waktunya," kata Siti Sumilah Rita Susilawati, Sekretaris Ditjen Minerba Kementerian ESDM.

Rita menambahkan bahwa kementerian memiliki sistem pemantauan data realisasi produksi dari setiap wilayah tambang secara spesifik. Meskipun data kumulatif terus diperbarui, perusahaan yang merasa memerlukan penyesuaian target dipersilakan menempuh jalur revisi sesuai prosedur yang berlaku.

"Namun, kan semua dipantau tuh. Jadi di kami itu ada data, mana yang ada data produksi pasti dari tiap perusahaan itu. Kalau misalnya ada yang merasa keberatan, silakan nanti di revisi itu diajukannya nanti kan dapat pertimbangan lagi," ujar Siti Sumilah Rita Susilawati, Sekretaris Ditjen Minerba Kementerian ESDM.

Di sisi lain, Eramet SA melaporkan bahwa kuota produksi bijih nikel Weda Bay Nickel sebesar 12 juta ton basah diperkirakan bakal habis sepenuhnya pada pertengahan Mei 2026. Kondisi ini memaksa perseroan untuk mempersiapkan prosedur perawatan tambang sembari menunggu hasil proses birokrasi di kementerian.

"Permohonan revisi izin peningkatan kapasitas saat ini sedang diajukan oleh PT WBN, menyusul persetujuan RKAB awal yang membatasi produksi bijih nikel sebesar 12 juta metrik ton untuk 2026, yang target produksinya akan tercapai pada pertengahan Mei; tambang tersebut bersiap untuk memasuki masa perawatan dan pemeliharaan pada bulan Mei, sambil menunggu hasil revisi ini," tulis Eramet dalam keterangan resminya.

Berdasarkan data operasional, kuota 12 juta ton tersebut menunjukkan penurunan signifikan sebesar 70 persen dibandingkan rencana awal yang sempat diajukan. Pemerintah sendiri menetapkan batasan produksi kumulatif nasional di angka 260 juta hingga 270 juta ton pada tahun ini guna menjaga stabilitas harga nikel di pasar global.