Pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes, berhasil membawa timnya membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan atas Bali United FC pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (11/5) malam, menjadi panggung keberanian Lefundes dalam mengubah strategi tim pada awal babak kedua.
Keputusan taktis tersebut melibatkan penarikan keluar pemain asing Cleylton untuk memasukkan Komang Teguh dan Kaio Nunes guna mengubah dominasi permainan. Dilansir dari Medcom, masuknya kedua pemain ini secara drastis memperbaiki performa Pesut Etam yang sebelumnya sempat mengalami kesulitan menghadapi tekanan tuan rumah pada paruh pertama laga.
Lefundes menegaskan bahwa langkah melakukan pergantian pemain pada babak kedua merupakan strategi yang telah dipikirkan matang berdasarkan analisis jalannya pertandingan. Ia menilai adanya celah di lini tengah dan koordinasi pertahanan yang perlu segera diperbaiki untuk meredam agresivitas lawan.
“Jadi begini pertama, Yachida menempati ruang yang menimbulkan keraguan pada pemain kami dalam penyesuaian cara menjaga situasi itu, antara Yachida dan Arjuna,” kata pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes.
Menurut Lefundes, tuan rumah sanggup mengeksploitasi kelemahan di sisi pertahanan timnya sepanjang babak pertama. Hal ini memicu kebutuhan akan perubahan karakter pemain di lapangan hijau demi memutus aliran serangan lawan sekaligus meningkatkan intensitas daya gedor tim asal Samarinda tersebut.
“Untuk membuka slot bagi Kaio Nunes (pemain asing), saya harus mengeluarkan satu pemain asing. Jadi kami memilih Komang masuk dan Cleylton keluar,” imbuh Fabio Lefundes.
Meskipun sukses memetik poin penuh, juru taktik asal Brasil ini masih enggan memaparkan secara rinci mengenai detail instruksi yang ia berikan kepada para pemainnya. Ia memilih untuk tetap menjaga kerahasiaan strategi tersebut mengingat Borneo FC masih harus menghadapi sisa pertandingan di penghujung musim kompetisi.
“Tapi nanti kalau mau saya beritahu secara privat, karena kalau saya bicara sekarang, saya masih punya dua laga sisa. Nanti kalian tahu rahasianya. Tidak boleh tahu rahasianya sekarang,” ujar Fabio Lefundes.
Selain mengenai teknis permainan, perhatian tertuju pada penggunaan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir dua gol tambahan Borneo FC melalui Koldo Obieta dan Juan Villa karena posisi offside. Lefundes secara terbuka mengapresiasi kinerja perangkat pertandingan yang tetap menjaga integritas jalannya laga.
“Pertama, saya akan bicara soal wasit. Saya rasa kepemimpinannya sangat bagus. Masalah offside bukan dalam kendalinya, itu adalah garis yang dibuat VAR dan saya tidak tahu itu offside atau tidak, tapi jika VAR bilang iya, kemungkinan besar memang iya,” tutur Fabio Lefundes.
Mantan pelatih Madura United itu juga tidak ingin memberikan kritik berlebihan kepada barisan penyerangnya meski terdapat sejumlah peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol. Ia tetap percaya pada kapasitas timnya yang saat ini memegang status sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggi di liga.
“Tapi kemudian saya ingat bahwa kami adalah tim dengan serangan terbaik di kompetisi ini. Kalau saya marah, mereka akan bilang: 'orang ini gila, kita sudah cetak banyak gol dan dia masih mengeluh',” pungkas Fabio Lefundes.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·