Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemasangan chattra di Candi Borobudur tidak akan mengubah apapun yang ada pada candi Buddha terbesar di dunia itu.
"Jadi chattra yang kita pasang ini tidak mengubah apapun," kata Fadli saat sesi wawancara cegat di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, pemasangan chattra merupakan hal yang penting bagi umat Buddha dan menjadi sebuah tanda serta makna sebagai living heritage atau warisan budaya yang terus hidup.
Baca juga: Jateng perkuat posisi Candi Borobudur sebagai pusat religi dunia
Baca juga: Fadli: Pemasangan chattra menjadi pelengkap pada candi Borobudur
Hingga kini, katanya, asesmen terkait pemasangan terus berlangsung dan pihaknya juga mengikuti prosedur. Ditanya soal pemasangan, ia menargetkan pemasangan chattra akan dilakukan pada tahun ini.
Fadli juga mengakui bahwa pihaknya juga telah bertemu dengan perwakilan dari UNESCO soal pemasangan chattra ini serta memastikan rencana pemasangan ini merupakan permohonan dari organisasi umat Buddha.
"Pemasangan chattra ini juga merupakan tuntutan dari umat Buddha dari organisasi seperti Permabudhi (Persatuan Umat Buddha Indonesia) dari Walubi dari sejumlah organisasi Buddha dan juga dari Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha sudah lama bersurat kepada saya jadi ada juga bagian yang merupakan keperluan untuk living heritage dan saya kira kita mendukung menuju kepada living heritage," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan rencana pemasangan chattra di Candi Borobudur masih dalam tahap pembahasan dan kajian mendalam.
"Pemasangan tersebut akan dilakukan pada waktu yang tepat, dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, khususnya umat Buddha," katanya.
Ia menuturkan, masih harus melalui sejumlah tahapan, termasuk kajian dampak dan uji kelayakan, guna memastikan seluruh prosedur terpenuhi. Selain itu, rencana ini juga menjadi bagian dari upaya sosialisasi serta menjawab aspirasi komunitas umat Buddha yang telah disampaikan sejak lama.
Ia berharap, langkah ini dapat meningkatkan daya tarik kawasan Borobudur, baik dari sisi wisata sejarah maupun religi. Dengan jumlah umat Buddha dunia yang diperkirakan mencapai 500 juta hingga 600 juta orang, potensi kunjungan dinilai sangat besar. Bahkan, jika satu persen saja datang, jumlahnya bisa mencapai lima hingga enam juta wisatawan.
Pemerintah berharap, melalui konsep living heritage ini, Candi Borobudur tidak hanya menjadi warisan budaya dunia, tetapi juga pusat kegiatan spiritual dan budaya yang hidup serta terus berkembang secara berkelanjutan.
Baca juga: Rencana pemasangan chattra di Borobudur dalam pembahasan
Baca juga: Wamenag berharap pemasangan chattra Borobudur segera terealisasi
Baca juga: Instalasi chattra Borobudur ditunda, Kemenag lakukan 7 upaya strategis
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·