Fadli: Seni ukir Jepara mampu menggerakkan ekonomi berbasis budaya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa seni ukir Jepara memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis budaya.

"Ia menjadi sumber nilai yang mendukung industri lokal, mendukung seniman, menciptakan kesempatan pekerjaan dan memperkuat ekonomi kreatif Indonesia," ujar Fadli Zon saat membuka pameran "Tatah" di Museum Nasional Jakarta, Rabu.

Seni ukir atau pahat dari Jepara, kata dia, tak hanya langkah dalam melestarikan warisan, namun juga sebagai penggerak ekonomi kreatif.

Ia juga menyebut bahwa ukiran Jepara merupakan bagian dari warisan budaya berbasis teknologi tradisional.

Guna menggairahkan kembali minat generasi muda untuk berkarya dalam seni ukir, pihaknya akan membangun narasi-narasi yang berkaitan dengan seni ukir yang didukung dengan workshop pengembangan kapasitas terutama bagi generasi baru.

Dia berharap generasi yang memiliki keturunan seniman pengukir dapat difasilitasi dalam penyaluran minat seni melalui program yang tepat.

"Tapi kita harapkan sekarang mereka yang punya DNA sebagai pengukir-pengukir hebat itu harusnya kita salurkan dan mendapatkan tempat termasuk melalui program mungkin nantinya bisa kita desain melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN)," katanya.

Baca juga: Menbud tekankan pentingnya hilirisasi ukir Jepara sebagai karya seni

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melihat salah satu ukiran yang dipamerkan dalam pameran "Tatah" yang digelar di Museum Nasional, Jakarta (29/4/2026). ANTARA/ (Sinta Ambar)

Fadli memproyeksikan akan membangun ekosistem mengukir tak hanya terbatas di Jepara melainkan juga di Bali, Sunda serta di wilayah luar Jawa yang memiliki kekuatan seni ukir.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan bahwa pihaknya akan memperkuat branding Jepara melalui "Jepara the world carving center".

Seni ukir menurutnya cerminan karakter masyarakat Jepara yang ulet dan berjiwa seni tinggi melihat warisan ini juga bersejarah yang ada sejak masa Ratu Shima, Ratu Kalinyamat hingga RA Kartini.

Lewat pameran "Tatah" yang digelar pada 20 April hingga 5 Juli 2026 diharapkan mampu mengembalikan marwah kesenian ukir dari Jepara.

Pameran TATAH tidak hanya menampilkan karya jadi, tetapi juga mengemas proses penciptaannya menjadi tour work in progress untuk mengedukasi masyarakat.

Pameran ini menampilkan lebih 35 karya seni ukir tematik yang baru diproses khusus, tersebar dalam beberapa zonasi ruang tematik.

Selain pameran utama, rangkaian acara juga menghadirkan program publik yang dapat dinikmati oleh akademisi, kolektor, dan masyarakat luas, di antaranya diskusi dan Launching Buku "TATAH" menghadirkan tim riset dan sesi bedah buku, pemutaran Film Kartini & Diskusi, hingga tur galeri.

Baca juga: Terkesan dengan ukiran, investor India tertarik investasi di Jepara

Baca juga: Ukiran Jepara dan seksinya ekonomi Afrika Selatan

Baca juga: Kabupaten Jepara miliki museum ukir

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.