Fenomena gangguan atmosfer picu cuaca ekstrem di NTB

Sedang Trending 1 jam yang lalu
...Kami mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan

Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi gangguan atmosfer yang telah memicu fenomena cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama beberapa hari terakhir hingga 30 April 2026 mendatang.

"Kami mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan," kata Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi di Mataram, Senin.

Satria mengatakan sejumlah faktor pemicu cuaca ekstrem berupa gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kemudian, keberadaan daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin yang memperkuat pertumbuhan awan hujan skala lokal.

Faktor tingginya kelembapan udara dari lapisan bawah hingga atas serta labilitas atmosfer yang kuat turut mendukung pembentukan awan konvektif yang menjadi penyebab hujan lebat.

Baca juga: Hujan deras, ratusan rumah terendam banjir di Sarolangun Jambi

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu tenang, namun selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar," ucap Satria.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah NTB yang meliputi Pulau Lombok, Sumbawa, hingga Bima.

Adapun hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di sebagian Pulau Lombok, Kabupaten Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Lebih lanjut Satria mengungkapkan ada juga potensi gelombang laut dengan ketinggian 2,5 sampai 4 meter di perairan selatan NTB, termasuk Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, serta Samudera Hindia bagian selatan NTB.

"Waspada potensi gelombang laut tinggi karena dapat mengganggu aktivitas pelayaran kapal," pungkas dia.

Baca juga: BPBD Cianjur pastikan jalur menuju Gunung Padang sudah dapat dilalui

Baca juga: BMKG prakirakan hujan lebat guyur sejumlah wilayah Indonesia

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.