Megawati dan Rektor UTAR Malaysia bahas kerja sama riset dengan BRIN

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Rektor Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia, Professor Dato' Dr. Ewe Hong Tat untuk membahas rencana kerja sama riset antara UTAR dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Mengawali percakapan dengan Megawati, Rektor UTAR mengatakan dirinya bersama delegasi baru saja bertemu dengan organisasi riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menjajaki kerja sama di bidang riset.

Atas pernyataan itu, Megawati pun antusias dan menyebutkan dirinya akan meminta organisasi riset yang ada di BRIN untuk menindaklanjuti. Megawati pada 2023 lalu bertemu dengan Rektor UTAR saat menerima gelar doktor kehormatan dari UTAR.

"Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, saya menyambut baik rencana kerja sama antara UTAR dan BRIN," kata Megawati dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan, Rektor UTAR didampingi Wakil Rektor UTAR, Zuraidah Binti Abd Manaf dan Direktur Institut Studi Pascasarjana dan Penelitian UTAR Bernard Saw Lip Huat. Sementara Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri dan Eriko Sotarduga.

Rokhmin Dahuri mengatakan UTAR merupakan universitas swasta terkemuka di Malaysia yang fokus pada keunggulan akademik dan riset global.

"Ini merupakan kunjungan kehormatan Rektor UTAR dan delegasi ke kediaman Ibu Megawati. Sekaligus menjajaki kerja sama BRIN dengan UTAR. Bahkan, tadi Pak Rektor UTAR menyinggung soal riset mengenai pisang dan Ibu Megawati menjelaskan Indonesia memiliki banyak jenis pisang," kata Rokhmin.

Ditambahkannya, Megawati meminta dilakukan pembicaraan lebih mendalam soal rencana kerja sama riset tersebut.

Rokhmin menjelaskan pertemuan selama satu setengah jam itu fokus membahas rencana kerjasama antara UTAR dengan BRIN dan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.

Lebih jauh Rokhmin memaparkan, rencana kerja sama meliputi kolaborasi penelitian di bidang: (1) Biodiversity, Genetic Mapping of Flora (Plants) and Fauna (Hewan), dan Biprospecting dan ekstraksi natural products (bioactive compounds) untuk industri pangan fungsional dan faramasi; (2) Pengembangan pangan lokal; (3) Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Global; (4) Wastewater Treatment and Management; dan (5) Penggunaan Teknologi Untuk Energi dan Pangan berkelanjutan.

"Ibu Megawati dan Rektor UTAR mendorong pertukaran mahasiswa antara UTAR dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia. Mengajak Indonesia untuk lebih aktif lagi berpartisipasi di ASEAN Academy of Engineering and Technology," urai Rokhmin.

Rokhmin, yang merupakan menteri di era Pemerintahan Megawati Soekarnoputri, kemudian menyebutkan Megawati menerima gelar doktor kehormatan dari UTAR, Selangor, Malaysia, pada 2 Oktober 2023 lalu. Ini merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan visioner dan kontribusinya dalam sosial-politik.

"Saat itu, Ibu Megawati menyampaikan orasi ilmiah berjudul Transformasi Sosial Bangsa Indonesia Dalam Perspektif Ideologi Pancasila," jelas Rokhmin.

Baca juga: Megawati minta Pancasila dihayati bukan sekadar dihafalkan

Baca juga: Hari Kartini, Megawati ajak perempuan jadi cahaya peradaban bangsa

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.