Federasi Otomotif Internasional (FIA) bersama pemangku kepentingan Formula 1 mengadakan pertemuan tingkat tinggi pada Selasa, 14 April 2026, guna membahas penyesuaian regulasi teknis unit daya hybrid. Langkah darurat ini diambil menyusul kritik tajam terkait risiko keselamatan pembalap dan fenomena degradasi performa mesin yang terjadi pada awal musim balap 2026.
Diskusi tersebut dipicu oleh kekhawatiran terhadap pembagian daya 50-50 antara mesin pembakaran internal dan tenaga listrik yang memicu fenomena super-clipping di lintasan. Kondisi ini menyebabkan penurunan kecepatan mendadak hingga 70 km/jam saat pengisian baterai, yang dilaporkan koranmanado.co.id telah berkontribusi pada kecelakaan serius antara tim Haas dan Alpine di Grand Prix Jepang.
Selain masalah keamanan, pertemuan ini juga membahas penerapan kerangka kerja Additional Development Upgrade Opportunities (ADUO) untuk membantu produsen mesin yang tertinggal. Dilansir dari crash.net, regulasi ADUO memungkinkan pabrikan dengan defisit performa antara dua hingga empat persen untuk mendapatkan kesempatan pengembangan tambahan serta peningkatan waktu tes dyno.
"Waktu tunggu untuk pengembangan mesin sangat lama. Kami telah menilai bahwa sebagian besar selisih yang kami miliki berasal dari unit daya, yang tidak terduga," ujar Mattia Binotto, Bos Audi, sebagaimana dikutip dari crash.net. Binotto menekankan bahwa pengembangan mekanis unit daya merupakan tantangan besar yang memerlukan rencana jangka panjang hingga tahun 2030.
Data teknis menunjukkan mesin 1,6 liter V6 saat ini menghasilkan 400 kW, namun kapasitas baterai 4 MJ sering habis dalam 11 detik pada pengerahan tenaga penuh. Menurut laporan The Race, regulasi ini awalnya dirancang untuk menarik pabrikan baru dengan menghapus komponen MGU-H yang kompleks, meski kini memicu tuntutan revisi pada aturan kualifikasi.
Pembalap papan atas seperti Max Verstappen dan Lando Norris turut mengeluhkan pengalaman berkendara yang kurang optimal akibat keterbatasan energi baterai. Melansir PlanetF1.com, tim-tim besar seperti Ferrari dan Red Bull kini mulai mengeksplorasi desain aerodinamika papan lantai yang berbeda untuk meminimalkan dampak hambatan udara di bawah aturan baru tanpa DRS.
Pertemuan lanjutan antara kepala tim dan CEO F1 Stefano Domenicali dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026 untuk memfinalisasi perubahan teknis. Setiap keputusan yang disepakati rencananya akan segera diimplementasikan sebelum dimulainya Grand Prix Miami pada 3 Mei 2026.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·