Tim beregu putra Indonesia diprediksi akan menghadapi persaingan ketat saat melawan Prancis pada babak penyisihan grup Thomas Cup 2026. Pelatih Kepala Tunggal Putra, Indra Widjaja, menilai kekuatan kedua negara saat ini berada pada posisi seimbang dengan peluang kemenangan sebesar 50-50.
Indonesia menempati Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair dalam turnamen tersebut. Melansir laporan Detik Sport, Prancis menjadi kompetitor paling diwaspadai lantaran berstatus sebagai juara Kejuaraan Beregu Putra Eropa 2026 setelah menumbangkan Denmark dengan skor 3-2 di partai puncak.
Data pertemuan menunjukkan Jonatan Christie unggul 2-0 atas Alex Lanier dan 4-1 atas Toma Junior Popov, meski pernah sekali kalah dari Christo Popov. Namun, Jonatan berhasil membalas kekalahan tersebut melalui kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-19 pada ajang India Open 2026.
Sementara itu, Alwi Farhan mencatatkan rekor imbang 2-2 melawan Alex Lanier namun tertinggal 0-1 dari Christo Popov. Anthony Sinisuka Ginting juga memiliki rekor identik 2-2 saat menghadapi Christo maupun Toma Junior Popov, sedangkan pemain muda Ubed tercatat belum pernah bertemu wakil Prancis.
"Ya, memang kalau melihat Prancis, mereka akan fight di tiga single. Dan perkiraan saya, yang Popov itu pasti akan merangkap double, supaya tiga single main duluan. Feeling saya akan seperti itu," kata Indra, Pelatih Kepala Tunggal Putra.
Indra menekankan bahwa komposisi kekuatan pemain tunggal di kedua tim tidak memiliki perbedaan mencolok. Hal ini didasari pada catatan pertemuan para pemain yang sering berakhir dengan kemenangan tipis atau catatan yang relatif setara.
"Sama lah (peta kekuatan) saya rasa 50-50. Taruhlah, misalnya, Jonatan-Christo (Christo Popov) juga sama, Alwi-Alex (Alex Lanier) atau yang ketiganya Popov (Toma Junior Popov) dengan Ginting atau Popov, dengan Ubed juga belum pernah ketemu," ujar Indra, Pelatih Kepala Tunggal Putra.
Pelatih PBSI tersebut juga menyoroti aspek mentalitas pemain saat membela tim nasional dalam format beregu. Ia berharap semangat juang para atlet dapat menjadi faktor pembeda untuk meraih kemenangan bagi Merah Putih.
"Terakhir, Ginting deuce-deuce-an kalah ya (di Kejuaraan Dunia 2025). Saya rasa tinggal nanti kesiapan anak-anak. Saya rasa anak-anak, sekali lagi, saya merinding kalau ngomong beregu untuk Indonesia. Hawanya beda. Dan saya harap anak-anak bisa membawa itu (kemenangan)," tegas Indra, Pelatih Kepala Tunggal Putra.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·